LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID- Kondisi memprihatinkan Atiah (37) dan suaminya Eman (41), yang tinggal di rumah nyaris ambruk di Kampung Tegal Pasir, Desa Selaraja, Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak, akhirnya mendapatkan perhatian dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Banten pada, Senin 23 Juni 2025.
Diketahui bantuan yang diberikan kepada pasutri tersebut berupa uang senilai Rp 22,5 juta untuk pembangunan rumah dari Baznas provinsi Banten.
Atiah saat berada di kediamannya menyampaikan kebahagiaannya seusai mendapatkan bantuan berupa uang dari Baznas provinsi Banten itu pada beberapa hari yang lalu. “Saya dapat bantuan uang sebesar Rp 22,5 juta dari Baznas provinsi Banten,” kata Atiah, kepada RADARBANTEN.CO.ID, Senin 23 Juni 2025.
Disebutkannya setelah ia mendapatkan bantuan, dirinya mengaku senang dan bahagia, karena bantuan yang selama ini ditunggu-tunggu akhirnya datang. “Alhamdulillah senang pak akhirnya rumah saya bisa dibangun dan mudah-mudahan cukup,” ujarnya.
Diketahui Eman bersama empat anaknya itu tinggal bertahun- tahun dalam kondisi memprihatinkan di rumah yang terbuat dari kayu dan anyaman bambu nyaris roboh dan jauh dari kata aman, yaitu tanpa ubin, tiang kayu lapuk dimakan rayap, dan atap bocor diberbagai tempat.
Tak heran, setiap turun hujan deras, keluarga ini harus mengungsi ke rumah tetangga karena tak sanggup menahan dingin dan khawatir rumahnya sewaktu-waktu ambruk.
“Tadinya itu rumah saya enggak layak pak, pada bocor, kondisinya sudah miring juga, kalau hujan itu takut, apalagi kalau pas malam-malam, masyaallah tersiksa. Bahkan terkadang kami harus ngungsi ke rumah tetangga,” terangnya.
Menurut Atiah dirinya kerap berulang kali mengajukan permohonan bantuan rumah layak huni ke pemerintah setempat. Ia juga menyebut petugas sudah berulang kali datang, meminta fotokopi KTP, kartu keluarga (KK), hingga memotret kondisi rumah.
“Alhamdulillah, saya sangat senang sudah dibantu dibuatkan rumah. Terima kasih banyak Baznas provinsi Banten,” pungkasnya.
Namun, setelah kisah hidupnya di rumah tak layak huni viral diberbagai media sosial, akhirnya perhatian dari pemerintah pun datang. Atiah yang merupakan ibu rumah tangga dan suaminya Eman yang sehari-hari bekerja sebagai buruh serabutan, mengaku sangat bersyukur atas pemberian uang untuk pembangunan rumah yang diterimanya.
Editor: Bayu Mulyana











