SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Desa Ranjeng, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, sudah mulai beroperasi. Kopdes ini menjalankan kegiatan usahanya dengan menjual berbagai kebutuhan masyarakat mulai dari gas elpiji, beras, telur, dan sembako lainnya.
Namun, kegiatan usaha ini tidak murni dijalankan dari nol oleh koperasi ini, melainkan bekerja sama dengan pelaku UMKM lokal.
Mereka merekrut para pelaku UMKM untuk menjadi anggota mereka.
Tidak hanya UMKM sembako, mereka juga merekrut pengusaha jasa konveksi untuk menjadi anggotanya.
Selain itu, koperasi ini juga turut bekerja sama dengan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) untuk memberikan pelatihan bahasa asing, dan penempatan kerja ke luar negeri.
Sementara, untuk menunjang kegiatan administrasi, mereka memiliki sekretariat khusus.
Sekretariat mereka ini pun ditinjau oleh Gubernur Banten Andra Soni. Gubernur ingin melihat secara langsung aktivitas kopdes yang merupakan salah satu program unggulan Prabowo Subianto dalam rangka pemberdayaan masyarakat desa.
Andra mengapresiasi kegiatan usaha dari koperasi ini. Ia pun ingin nantinya, kopdes merah putih dapat memenuhi kebutuhan masyarakat desa dengan menyediakan klinik pelayanan, kebutuhan UMKM, travel dan pupuk untuk petani.
“Kita ingin kegiatan usaha dari kopdes merah putih ini dapat terus berkembang sesuai dengan potensi dari desa masing-masing,” ujar Andra usai meninjau aktivitas Kopdes Merah Putih di Ranjeng, Jumat, 4 Juli 2025.
Dirinya optimis kopdes mampu gerakkan perekonomian untuk kesejahteraan masyarakat desa, sekaligus menopang pencapaian target laju pertumbuhan ekonomi (LPE) 8 persen oleh Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Dikatakannya, dari 1.552 kelurahan dan desa di Banten, hanya satu desa yang tidak mendirikan kopdes yakni desa Kanekes, Baduy. Kini, 1.551 tengah menjalani legalitas hukum di notaris desa masing-masing.
“Ada satu desa yang tidak mendirikan, yakni Desa Kanekes karena alasan kearifan lokal,” jelasnya.
Menurutnya, nama kopdes merah putih dipilih agar pembangunan koperasi di desa/ kelurahan terus berkelanjutan. Tidak berubah- ubah meskipun ganti pemimpinnya. Nama ini juga mencerminkan semangat untuk membangun negeri ini.
Kata Andra, dulu koperasi sebagai alat perjuangan, alat perlawanan pejuang melawan penjajah. Sekarang, Koperasi Merah Putih sebagai alat untuk mensejahterakan rakyat.
“Memulai pembangunan dari desa sebagai sumber kemakmuran dengan cukup pangan, akses pendidikan, dan kesehatan. Membangun dari desa salah satunya dengan membentuk Koperasi Desa Merah Putih,” tambahnya.
Editor: Agus Priwandono











