TANGSEL,RADARBANTEN.COMOD-Turap penahan tanah setinggi sekitar 10 meter di Jalan Lele 4, RT 02 RW 05, Kelurahan Bambu Apus, Kecamatan Pamulang, Kota Tangsel dilaporkan longsor pada Senin sore 7 Juli 2025, sekitar pukul 15.00 WIB.
Peristiwa tersebut membuat warga sekitar panik dan terpaksa mengungsi.
Menurut kesaksian warga terdampak, Uus Supratman (38), kejadian terjadi mendadak dan tanpa peringatan. “Kronologinya seperti ada gempa gitu, dari atas turun jatuh tembok, langsung pada ambruk,” ujarnya di lokasi.
Uus mengaku langsung membawa istri dan anak keluar rumah begitu mendengar suara runtuhan.
“Langsung pada keluar, bawa istri sama bawa anak. Kejadiannya abis Ashar jam 3-lewatan,” tambahnya.
Ia juga menyebut bahwa total rumah yang terdampak mencapai enam unit. “Yang dari belakang empat, ini dua kan yang ujung, berarti enam ya,” jelasnya.
Meski bagian dalam rumah tidak mengalami kerusakan serius, namun bagian luar dan sekeliling rumah disebut hancur.
“Kalau kerusakan gak ada di dalam, cuma kalau pinggiran di luar itu semua hancur. Cuma gak ambruk semua,” ujarnya.
Para warga yang terdampak memilih mengungsi sementara ke tempat yang lebih aman.
“Ngungsi sementara, pada masing-masing sih ngungsinya, yang punya kontrakan,” terang Uus.
Ia juga menyampaikan bahwa turap yang longsor itu sudah berusia lama dan belum pernah mendapatkan perbaikan sejak dibangun.
“Kalau tingginya kurang tahu, temboknya udah lama juga. Udah bertahun-tahun, belum pernah ada perbaikan,” ungkapnya.
Ternyata, ini bukan kali pertama longsor terjadi di kawasan tersebut.
“Sebelumnya udah pernah ada longsor satu kali, cuma yang di belakang. Kesininya belum ada, baru sekarang ini parah,” pungkasnya.
Hingga malam ini, belum ada laporan korban jiwa. Warga berharap ada penanganan cepat dari Pemerintah Kota Tangsel untuk memperbaiki turap dan menjamin keamanan lingkungan.
Reporter: Syaiful Adha
Editor: Agung S Pambudi











