CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Islam tidak hanya mengatur hubungan manusia dengan Tuhan, tetapi juga mengatur hubungan antara sesama manusia, termasuk hubungan dengan tetangga.
Dalam ajaran Islam, bertetangga merupakan salah satu hal yang memiliki nilai luhur dan dianjurkan untuk dijaga dengan sebaik-baiknya.
Mengutip situs resmi Muhammadiyah.or.id, Allah SWT dalam Alquran telah menegaskan pentingnya menjaga hubungan dengan tetangga.
Dalam QS An-Nisa ayat 36 disebutkan:
“Berbuat-baiklah kepada kedua orang tua, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh, teman sejawat, ibnusabil, serta hamba sahaya yang kamu miliki”.
Setidaknya ada lima prinsip utama yang ditekankan:
Pertama, memberikan keteladanan dan berbuat baik kepada tetangga.
Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah Saw bersabda:
“Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah dia berbuat baik kepada tetangganya”.
Kedua, menjaga kemuliaan dan tidak menyakiti tetangga.
Hadis lain menyebutkan:
“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka janganlah dia menyakiti tetangganya.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Ketiga, bersikap amanah saat tetangga menitipkan barang atau harta.
Rasulullah, bahkan menegaskan pentingnya menjaga kenyamanan tetangga dari gangguan.
“Demi Allah, tidaklah beriman seseorang yang tetangganya tidak merasa aman dari gangguannya.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Keempat, menjenguk tetangga saat sakit dan memenuhi hak sosial lainnya.
Dalam hadis disebutkan, hak sesama muslim termasuk menjenguk yang sakit, memenuhi undangan, serta mengiringi jenazah.
Kelima, mencintai tetangga sebagaimana mencintai diri sendiri.
Rasulullah bersabda:
“Tidaklah seorang hamba beriman hingga dia mencintai tetangganya seperti dia mencintai dirinya sendiri.” (HR. Muslim).
Bentuk aplikasi akhlak bertetangga bisa dimulai dari hal sederhana, seperti berkunjung, saling membantu, berbagi makanan, menghibur di kala susah, hingga mendoakan saat tetangga tertimpa musibah.
Bahkan, menyatakan rasa bahagia saat tetangga sukses atau lapang dada saat mereka khilaf adalah bentuk kemuliaan akhlak. Ini menjadi bagian dari implementasi iman.
Editor: Agus Priwandono











