SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pengurus Wilayah Mathla’ul Anwar (PWMA) Provinsi Banten menyambut baik program sekolah gratis untuk SMA/SMK swasta yang digulirkan oleh Gubernur Banten Andra Soni. Program ini dinilai meringankan beban biaya pendidikan bagi keluarga dan pengelola sekolah.
M. Subhan, Sekretaris PWMA Provinsi Banten, menjelaskan bahwa sejumlah SMA dan SMK di bawah naungan Perguruan Mathla’ul Anwar di Banten telah merasakan manfaat program ini. “Program ini secara signifikan mengurangi biaya pendidikan yang harus ditanggung orang tua,” ujarnya kepada Radar Banten, Selasa, 15 Juli 2025.
Meski diapresiasi, program ini juga menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya adalah tidak ada pungutan lain yang bisa memberatkan sekolah jika dana dari Pemprov Banten belum mencukupi anggaran operasional.”Ini menjadi tantangan, apalagi bagi sekolah dengan jumlah siswa yang sedikit,” terang Subhan.
Tantangan lainnya adalah kemampuan sekolah swasta untuk menyamai fasilitas pendidikan sekolah negeri yang juga gratis. Masyarakat cenderung memilih sekolah dengan fasilitas yang lebih lengkap dan memadai.
Subhan juga mengungkapkan bahwa tren penerimaan siswa baru di lingkungan Perguruan Mathla’ul Anwar menunjukkan fluktuasi.
Mengutip data penerimaan murid baru tahun ajaran 2025 di berbagai Perguruan Mathla’ul Anwar (PMA), antara lain, di PMA Citasuk Padarincang, tercatat 55 siswa baru untuk jenjang MTs dan 9 siswa untuk MA. Sementara itu, MTs MA Gunungkencana di jenjang MTs 110 siswa baru.
Di PMA Kopo dengan masing-masing 26 siswa baru di jenjang MI dan MA, serta 29 siswa di MTs. PMA Putat Pasarkemis menerima 77 siswa MI dan 43 siswa MTs.
Perguruan MA Baros, Lebak melaporkan penerimaan 35 siswa RA, 9 siswa SD, 112 siswa MTs, dan 25 siswa MA. Di wilayah selatan, PMA Binuangeun mencatat 48 siswa MI, 102 siswa MTs, dan 21 siswa MA.
PMA Sukabakti juga melaporkan 40 siswa MI dan 35 siswa MTs.
Di wilayah Tangerang, PMA Buaranjati, Sukadiri, menjadi salah satu perguruan dengan jumlah siswa terbanyak, mencakup 81 siswa RA, 113 siswa MIT, 60 siswa MTs, 60 siswa SMP, 62 siswa SMA, dan 130 siswa SMK.
Serupa, PMA Jatiuwung menerima 42 siswa RA, 232 siswa MTs, dan 42 siswa SMK. PMA Hunibera melaporkan 32 siswa MDTA, 105 siswa MTs, dan 52 siswa MA. Kemudian, PMA Pasir Tapos menerima 15 siswa RA, 10 siswa TPQ, 20 siswa MI, dan 15 siswa MTs. Terakhir, PMA Bojong mencatat 21 siswa MI, 60 siswa MTs, dan 35 siswa SMA.
“Saat ini tercatat ada 40 perguruan yang mengelola pendidikan mulai dari TK atau raudhatul athfal hingga madrasah Aliyah atau SMA dan SMK,” ungkap Subhan.
Subhan mengapresiasi kerja keras seluruh perguruan dan pengelola lembaga pendidikan yang telah berkontribusi dalam menyukseskan proses penerimaan murid baru tahun ini. Langkah ini dianggap penting untuk memperkuat eksistensi Mathla’ul Anwar sebagai lembaga pendidikan Islam yang kokoh, terjangkau, dan berkualitas di tengah masyarakat.
Reporter: Aas Arbi
Editor: Aditya











