TANGERANG,RADARBANTEN.CO.ID-Kanker pankreas merupakan salah satu jenis kanker yang paling sulit dideteksi dini dan memiliki tingkat mortalitas yang tinggi.
Dimana, gejala yang samar seperti nyeri perut atas, penurunan berat badan, atau penyakit kuning seringkali baru muncul saat kanker sudah memasuki stadium lanjut.
Salah satu jenis yang paling umum adalah adenokarsinoma pankreas, yang biasanya tumbuh di bagian kepala pankreas.
Namun di balik penyakit tersebut, operasi Whipple atau pancreaticoduodenectomy menjadi harapan besar dalam pengobatan kanker pankreas stadium awal hingga menengah.
Pengobatan tersebut memungkinkan pengangkatan jaringan kanker secara menyeluruh, sehingga memberi peluang hidup yang lebih baik bagi pasien.
Operasi Whipple dan Pendekatan yang Lebih Nyaman
Bagi sebagian pasien kanker pankreas, operasi Whipple dapat menjadi langkah penting untuk mendapatkan harapan hidup yang lebih baik.
Prosedur ini memang cukup kompleks, karena melibatkan pengangkatan beberapa organ yang saling terhubung, seperti kepala pankreas, duodenum, kantong empedu, dan sebagian saluran empedu.
Namun, dengan penanganan yang tepat, operasi ini dapat membantu mengendalikan penyakit dan memperbaiki kualitas hidup pasien.
Kini, kemajuan teknologi di dunia medis membuka lebih banyak pilihan. Selain metode bedah terbuka, beberapa rumah sakit telah menyediakan pendekatan laparoskopi, yang dikenal lebih minimal invasif.
Dengan teknik ini, operasi dilakukan melalui sayatan kecil, menggunakan kamera dan alat khusus, sehingga proses pemulihan umumnya lebih cepat, nyeri lebih ringan, dan risiko perdarahan pun lebih rendah.
“Whipple adalah pilihan utama jika kanker pankreas masih berada di area kepala pankreas dan belum menyebar. Di Bethsaida Hospital, kami menyediakan dua metode, yaitu open surgery dan laparoskopi. Bagi pasien yang memenuhi kriteria, pendekatan laparoskopi bisa menjadi pilihan yang jauh lebih nyaman, dengan hasil yang tetap optimal,” terang dr. Eko Priatno, salah seorang Konsultan Bedah Digestif dikutip RADARBANTEN.CO.ID, Selasa 15 Juli 2025.
Dikatakan dr Eko, setiap kasus tentu unik, dan keputusan mengenai jenis tindakan akan disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien, melalui evaluasi menyeluruh bersama tim medis.
“Penanganan kanker pankreas tentu membutuhkan lebih dari sekadar tindakan operasi. Diperlukan kesiapan fasilitas, ketepatan diagnosis, hingga pendampingan pascaoperasi yang menyeluruh,” ungkapnya
Sementara itu, Direktur Bethsaida Hospital Gading Serpong, dr Pitono mengutarakan, untuk penanganan pasien di Bethsaida Hospital dilakukan secara menyeluruh, mulai dari evaluasi pra-operasi, tindakan bedah dengan teknologi terkini, hingga pemulihan pasca operasi yang terpantau dengan baik.
“Jadi, dengan didukung oleh dokter-dokter spesialis yang ahli di bidangnya dan fasilitas yang lengkap, saya berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik bagi setiap pasien,”kata dr Pitono.
Reporter: Mulyadi
Editor: Agung S Pambudi











