MANGGARAI BARAT, RADARBANTEN.CO.ID – Tim Bimbingan Teknis (Bintek) Pengamanan Wisata dari Ditpamobvit Korsabhara Baharkam Polri melakukan kunjungan kerja ke objek wisata Puncak Waringin dan Golo Mori ITDC, Rabu, 16 Juli 2025.
Kunjungan ini dilakukan dalam rangka meningkatkan kualitas keamanan dan pelayanan di kawasan pariwisata super prioritas di wilayah Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kombes Pol Noerwiyanto, S.I.K., didampingi sejumlah pejabat dari Polda NTT dan Polres Manggarai Barat. Turut hadir Dirpamobvit Polda NTT Kombes Pol Nanang Putu, Wakapolres Manggarai Barat, Kombes Pol Edy Sumardi Priadinata, Kompol Shandy Mardiansyah, Kompol Angga M., serta Pembina Fitriana Nurhayati.
Di Puncak Waringin, tim diterima oleh perwakilan pengelola dari Dinas Pariwisata Kabupaten Manggarai Barat, yakni Silvianus S. Madul, bersama stafnya.
Dalam arahannya, Kombes Pol Noerwiyanto menekankan pentingnya kehadiran personel yang humanis dan ramah, mengingat citra destinasi wisata sangat dipengaruhi oleh interaksi langsung dengan pengunjung.
Selain itu, ia meminta agar pihak pengelola melakukan koordinasi rutin dengan Polres Manggarai Barat untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan. Risk Assessment perlu dilakukan secara berkala guna mengidentifikasi potensi ancaman dan kerentanan di area wisata.
Ia juga meminta keterangan seputar insiden atau kejadian yang pernah terjadi di Puncak Waringin untuk bahan evaluasi.
Sementara itu, Kombes Pol Edy Sumardi Priadinata menambahkan pentingnya sistem pengamanan bagi pengunjung, kendaraan, dan pegawai.
Ia menyarankan agar pengelola berkoordinasi dengan Satpol PP untuk penempatan personel keamanan, dan juga dengan Dinas Kesehatan untuk penyediaan tenaga medis dan ruang penanganan kesehatan darurat.
Menanggapi hal itu, Silvianus Madul mengakui masih banyak kekurangan dalam sistem pengamanan di Puncak Waringin. Seperti belum ada petugas keamanan khusus yang ditempatkan baik di dalam lokasi objek maupun area parkir kendaraan.
Ia juga menyampaikan bahwa belum tersedia fasilitas klinik atau tenaga medis tetap di area objek wisata tersebut.
Terkait jumlah kunjungan, Silvianus menjelaskan pendataan dilakukan satu kali dalam sebulan bersamaan dengan proses penyetoran pendapatan dari tiket.
Silvianus menyampaikan terima kasih atas perhatian dari tim Bintek Baharkam Polri dan menyatakan bahwa masukan tersebut akan segera ditindaklanjuti di tingkat Kabupaten.
Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong peningkatan standar keamanan objek wisata dan menjadikan Puncak Waringin serta Golo Mori ITDC sebagai destinasi unggulan yang aman, nyaman, dan kompetitif secara global. (nda)











