PANDEGLANG,RADARBANTEN.CO.ID-Komunitas Cendekiawan Kampung menyelenggarakan kegiatan Startup Desa volume-2 Program Wirausaha Muda pemula Kabupaten Pandeglang tahun 2025. Kegiatan Startup Desa yang digelar oleh Cendikiawan Kampung Kabupaten Pandeglang mendapatkan dukungan DPRD Kabupaten Pandeglang.
Startup Desa Program Wirausaha Muda Pemula 2025 yang digagas oleh Cendikiawan Kampung dalam upaya menumbuhkan semangat kewirausahaan di kalangan generasi muda di Kabupaten Pandeglang.
Ketua Cendekiawan Kampung Kabupaten Pandeglang Atih Ardiansyah mengatakan, acara startup desa volume ke-dua tahun 2025.
“Acara ini acara tahunannya Cendekiawan Kampung. Kerjasama dengan Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Pandeglang,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID, Kamis, 17 Juli 2025.
Atih menjelaskan, acaranya kebetulan sesi kedua karena acaranya start up desa terdiri dari empat sesi. Pertama itu sesi seleksi berkas, kedua sesi tampil subtansi, sesi mentoring dan keempat sesi babak final pembagian hadiah.
“Sesi pertama itu sesi seleksi berkas jadi kami sosialisasi ke pemuda Pandeglang untuk mengikuti kompetisi startup desa. Alhamdulillah peserta yang masuk itu 33 proposal bisnis,” katanya.
Satu proposal ialah satu kelompok timnya itu terdiri dari tiga orang. Maka peserta yang masuk 99 orang.
“Ini mengalami peningkatan dari kepesertaan pemuda Pandeglang pada tahun 2023 yang hanya diikuti sebanyak 48 orang. Kini naik ke 99 kita anggap naiknya 100 persen,” katanya.
Selanjutnya telah dilaksanakan sesi pertama. Pada sesi pertama itu dilakukanlah seleksi oleh juri.
“Seleksinya seleksi berkas, seleksi biodata,syarat syarat administratif lah di seleksi. 33 proposal terdiri dari 99 orang, terpilihlah 22 proposal atau 66 orang,” katanya.
Sebanyak, 66 orang inilah yang mengikuti sesi bootcamp sambil mengikuti seleksi subtansi. Seleksi subtansi yaitu peserta presentase di depan juri tentang bisnis yang dia ikutkan dalam lomba.
“Nah di sini nanti akan dipilih yang lolos ke babak final. Saya enggak tahu apakah akan lolos semua atau tidak tergantung dewan juri, nanti yang lolos ke babak final, sebelum mengikuti babak final dia harus mengikuti mentoring dulu, babak mentoring dilaksanakan sekitar dua sampai tiga hari,” katanya.
Para peserta lolos akan digembleng ilmu-ilmu kewirausahaan, dengan keterampilan-keterampilan praktis. Misalnya menuliskan keuangan, perjalanan customer, macam-macam lah, akuntansi praktis catatan keuangan pribadi dan usaha jangan sampai nyampur pada seleksi mentoring.
“Setelah itu akan dilaksanakan babak final rencana nanti dilaksanakan akhir Juli di Geju (Gedung juang) itu teknisnya. Untuk unsurnya dari mahasiswa, dan pemuda yang usianya dibatasi maksimal 33 tahun,” katanya.
Pesertanya kalau di lihat porsinya 29 perempuan dan 31 laki-laki.
“Mereka semua nginap di kampus Starup Desa. Program ini menargetkan ribuan pemuda di Kabupaten Pandeglang untuk mendapatkan pelatihan, pendampingan, serta akses permodalan guna memulai dan mengembangkan usaha mereka sendiri,” katanya.
Ketua DPRD Kabupaten Pandeglang Tb Khatibul Umam sangat mendukung, kegiatan Cendekiawan Kampung.
“Sebagai langkah strategis dalam mengurangi angka pengangguran dan mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM),” katanya.
Dukungan tersebut tidak hanya dalam bentuk pengesahan anggaran, tetapi juga dalam pengawasan dan fasilitasi pelaksanaan program di daerah.
“Program yang di inisiasi oleh CK ini akan memberikan dorongan nyata bagi mereka yang ingin menjadi pelaku usaha sejak dini. Kegiatan pemberdayaan anak muda desa adalah kegembiraan tak terkira, kita harus dukung ini untuk kemajuan Kabupaten Pandeglang,” katanya.
Reporter : Purnama Irawan
Editor: Agung S Pambudi











