KOTA TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Harga kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional di Kota Tangerang terpantau cenderung stabil pada pertengahan Juli 2025. Namun, ada beberapa komoditas yang masih menunjukkan harga tinggi, terutama cabai rawit merah, yang cukup membebani konsumen rumah tangga.
Data yang dihimpun dari laman resmi Sihartapasti Tangerang dan pantauan di sejumlah pasar seperti Pasar Anyar, Bandeng, Malabar, Ramadani, Laris, Poris, hingga Kreo, menunjukkan rata-rata harga per 20 Juli 2025 sebagai berikut:
* Beras IR II: Rp 12.000 – Rp 14.000/kg (rata-rata Rp 12.833)
* Gula Pasir Impor: Rp 17.833/kg
* Minyak Goreng Curah: Rp 18.667/liter
* Minyak Goreng Kemasan (Bimoli): Rp 22.813/liter
* Telur Ayam Broiler: Rp 29.091/kg
* Telur Ayam Kampung: Rp 3.167 – Rp 3.500/butir
* Daging Sapi: Rp 136.667/kg
* Daging Ayam Kampung: Rp 82.500/ekor
* Cabai Merah Keriting: Rp 45.000/kg
* Cabai Merah TW: Rp 45.909/kg
* Cabai Rawit Merah: Rp 61.167/kg
* Cabai Rawit Hijau: Rp 46.333/kg
* Bawang Merah: Rp 42.167/kg
* Kentang: Rp 17.583/kg
* Tomat: Rp 18.667/kg
Harga beras IR II masih stabil di bawah Rp 13.000/kg, menandakan pasokan beras medium tetap terjaga. Namun, harga telur ayam broiler terlihat melonjak mendekati Rp 30.000/kg. Minyak goreng, baik curah maupun kemasan, juga relatif stabil meskipun harganya masih tergolong tinggi dibanding periode normal.
Komoditas cabai rawit merah menjadi yang paling mahal saat ini, dengan harga menembus Rp 61.000/kg. Sebelumnya, pada awal Juli, harga cabai rawit sempat melonjak hingga Rp 70.000/kg dan bawang merah menyentuh Rp 45.000/kg. Meskipun harga ini sedikit menurun, tekanan inflasi dari komoditas hortikultura masih sangat terasa di pasar-pasar tradisional.
Secara umum, harga sembako di Kota Tangerang masih dalam kategori terkendali. Kendati demikian, kenaikan pada beberapa komoditas seperti cabai dan telur ayam perlu menjadi perhatian serius, terutama menjelang musim kemarau yang berpotensi memengaruhi pasokan pangan.
Editor: Aas Arbi











