KABUPATEN TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Keberadaan kebutuhan pokok seperti minyak goreng kemasan MinyaKita di pasar Gudang Tigaraksa pada Selasa 12 Mei 2026 terlihat kosong. Dimana, para pedagang di pasar tradisional tersebut hampir semua tidak menjualnya.
Langkanya MinyaKita tersebut dikeluhkan masyarakat, karena kebutuhan akan minyak goreng sangat diperlukan.
Hidayat (46), salah satu warga Tigaraksa mengeluhkan langkanya MinyaKita di beberapa pedagang yang ada di pasar Gudang Tigaraksa.
Sebab kata penjual ayam goreng tersebut, minyak goreng MinyaKita sangat dibutuhkan untuk menggoreng aneka makanan yang dijualnya.
“Gak dapat saya bang, mau beli MinyaKita di pasar Gudang Tigaraksa ini. Karena para pedagang tidak menjualnya karena tidak ada di pihak distributornya,” keluh Hidayat.
Sementara itu, Acep Jayadiwira, Humas PT Aldensya Muda Berkarya (AMB) sebagai pengelola pasar Gudang Tigaraksa membenarkan langkanya MinyaKita di pasar Gudang Tigaraksa.
Dia mengatakan bahwa saat ini memang minyak goreng MinyaKita sedang kosong di pasar ini semenjak lebaran Idul Fitri 1447 hijriah kemarin.
“Saat ini memang MinyaKita sedang kosong bang, kosong semenjak habis lebaran bang,” ujar Acep kepada RADARBANTEN. CO. ID.
Dia juga mengungkapkan, kosongnya MinyaKita menurut para pedagang karena di Bulog nya juga kosong.
Sehingga kata dia, minyak curah saat ini menjadi naik harganya.
“Yang semula harga minyak curah Rp15 ribu per liter, naik menjadi Rp19 ribu per liternya,” ungkap Acep.
Di jenis kebutuhan pokok lain seperti daging sapi saat ini juga masih tinggi harganya. Dimana saat ini harga daging sapi masih Rp140 ribu per kilogramnya.
“Dan untuk jenis cabai saat ini juga mengalami kenaikan harga, yang di mana harga untuk cabai rawit merah diangka Rp80 ribu per kilogramnya,” pungkasnya.
Editor: Bayu Mulyana










