PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Kepedihan menyelimuti Kampung Kuranten, Kelurahan Saruni, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang, setelah dua rumah warga ludes dilalap si jago merah pada Kamis, 31 Juli 2025. Tidak tinggal diam, Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani turun langsung menyalurkan bantuan darurat kepada dua korban kebakaran, Jumhani dan Nawawi.
Musibah kebakaran yang diduga akibat korsleting listrik ini menarik perhatian berbagai pihak, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBDPK) Kabupaten Pandeglang.
“Kami bersama Ibu Bupati langsung mengunjungi lokasi dan menyalurkan bantuan kepada korban kebakaran,” ungkap Kepala Pelaksana BPBDPK Pandeglang, Riza Ahmad Kurniawan, saat ditemui pada Sabtu, 2 Agustus 2025.
Bantuan yang diberikan berupa paket sembako, perlengkapan sekolah anak, serta kebutuhan dasar lainnya. Bantuan ini menyasar dua kepala keluarga yang rumahnya mengalami kerusakan cukup parah.
“Kami berharap bantuan ini bisa sedikit meringankan beban Pak Jumhani dan Pak Nawawi,” ujar Riza.
Bupati Raden Dewi Setiani menyampaikan keprihatinannya secara langsung kepada para korban. Ia berharap bantuan tersebut dapat memenuhi kebutuhan dasar sementara dan menjadi penguat di masa sulit.
“Kami sangat prihatin atas musibah ini. Semoga bantuan yang kami salurkan bisa meringankan beban Bapak dan keluarga. Ini juga menjadi pengingat bagi kita semua untuk lebih waspada terhadap potensi bahaya kebakaran,” kata Dewi.
Bupati juga mengimbau masyarakat untuk secara rutin memeriksa kondisi instalasi listrik di rumah masing-masing.
“Kondisi kabel dan alat elektronik perlu diperiksa secara berkala. Korsleting listrik kerap menjadi penyebab utama kebakaran. Mari kita cegah bersama sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” pesannya.
Sementara itu, salah satu korban, Jumhani, mengucapkan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diterimanya.
“Terima kasih kepada Ibu Bupati dan jajaran pemerintah daerah. Di tengah kondisi sulit seperti ini, bantuan dan perhatian yang kami terima sangat berarti bagi kami,” ujarnya haru.
Sebelumnya, tim pemadam kebakaran dari BPBDPK Pandeglang langsung dikerahkan ke lokasi setelah menerima laporan dari warga.
“Begitu menerima laporan dari masyarakat melalui Pusdalops, kami segera mengerahkan dua unit mobil pemadam untuk menangani api. Saat itu, proses pemadaman dan pendinginan langsung dilakukan,” jelas Kepala Seksi Pemadam Kebakaran Tingkat Darurat, Yosep Mardani.
Editor: Aas Arbi











