LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID- Menjelang perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia pada 17 Agustus 2025, para petani di Kabupaten Lebak tengah menikmati berkah dari lonjakan permintaan bambu yang signifikan.
Supeji salah seorang petani di Desa Cigoong Utara, Kecamatan Cikulur, mengungkapkan di tengah lahan sawahnya yang terancam gagal panen, dirinya mendapatkan keberkahan dengan menjual batang bambu untuk dijadikan tiang bendera.
“Saya jual bambu untuk tiang bendera sekarang saya jual Rp4.000 per batang, dan bambu tali Rp5.000. Padahal sebelumnya cuma Rp2.000 dan Rp3.000,” ujarnya kepada RADARBANTEN.CO.ID, Minggu 10 Agustus 2025.
Supeji menyebutkan dirinya menghasilkan keuntungan jutaan rupiah dari menjual batang Bambu. Tingginya permintaan bambu tersebut, ia mengaku dalam sehari mampu menjual ratusan bahkan hingga ribuan batang bambu ke para pengepul.
“Hari ini saya jual 1.000 batang untuk bambu jenis tiang bendera, 300 batang untuk tiang panjat pinang,” katanya.
Ia menambahkan, dirinya juga menjual bambu untuk panjat pinang dengan diameter 12 hingga 15 sentimeter. “Kalo hari baisa hanya Rp8.000 sampai Rp10.000 per batang. Tapi kalau menjelang Agustusan bisa sampai Rp25.000 per batang,” katanya,” katanya.
Sementara seorang pengepul bambu, Iwan, juga menyampaikan turut merasakan berkah yang sama. Ia mengaku kenaikan permintaan tersebut sudah terjadi sejak satu Minggu terkahir.
“Setiap hari kami mengirim bambu ke luar kota. Permintaan meningkat tajam, terutama untuk acara panjat pinang dan dekorasi kemerdekaan,” ungkapnya.
Lebih lanjut Iwan menyebut, peningkatan permintaan ini menjadi angin segar bagi dirinya dan juga para petani bambu di Kabupaten Lebak, daerah yang dikenal sebagai salah satu sentra penghasil bambu terbesar di Provinsi Banten.
“Permintaan datang dari berbagai kota seperti Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi,” pungkasnya.
Iwan berharap momen peringatan kemerdekaan ini tidak hanya memberikan keuntungan jangka pendek, namun juga membuka peluang lebih luas.
“Kami harap permintaan selalu ada untuk mempromosikan produk bambu lokal ke pasar yang lebih besar, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani bambu di wilayah Lebak secara berkelanjutan,” pungkasnya.
Editor: Bayu Mulyana











