PANDEGLANG,RADARBANTEN.CO.ID–Wakil Ketua DPRD Pandeglang, Fikri Pebriansyah menyatakan program Sekolah Rakyat (SR) yang diinisiasi pemerintah pusat merupakan langkah nyata memutus rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan.
Fikri Pebriansyah mengungkapkan, bahwa ke depan Kabupaten Pandeglang bisa memiliki Sekolah Rakyat sendiri agar lebih banyak siswa yang mendapat kesempatan.
“Ini bentuk dari cita-cita Pak Presiden membantu pendidikan kita memutus rantai kemiskinan. Anak-anak di Pandeglang bisa mengikuti kualitas pendidikan yang baik,” ungkapnya, Jumat 15 Agustus 2025.
Tahun ini, dari 30 kuota yang dibuka untuk siswa Pandeglang, hanya 26 yang lulus seleksi dan diberangkatkan ke Tangsel. Menurut Fikri, jumlah itu masih perlu ditingkatkan.
“Ke depan mudah-mudahan bisa bertambah. Tapi yang terpenting kita di Pandeglang harus punya Sekolah Rakyat sendiri, sehingga masyarakat bisa maksimal mengikutinya,” ujarnya.
Lebih lanjut, kata Fikri masih banyaknya warga Pandeglang yang masuk kategori miskin. Ia berharap program pendidikan dari pusat, provinsi, hingga kabupaten bisa dimaksimalkan untuk membantu mereka.
“Perlahan-lahan program yang digagas Pak Presiden Prabowo Subianto ini berjalan. Mudah-mudahan semua punya hati dan kesempatan yang sama, sesuai syarat yang sudah ditetapkan pemerintah,” katanya.
Ia menambahkan, dukungan pendidikan saat ini cukup beragam, mulai dari Program Indonesia Pintar (PIP) dari pusat, program sekolah gratis dari provinsi, hingga bantuan infrastruktur dan sarana pendidikan dari kabupaten. Selain itu, ada pula program beasiswa untuk siswa berprestasi.
“Semua ini indikator pemerintah daerah untuk mendorong ratusan ribu warga miskin di Pandeglang agar punya akses pendidikan yang layak,” tambahnya.
Sebelumnya diberitakan, sebanyak 26 siswa asal Pandeglang diberangkatkan mengikuti program Sekolah Rakyat oleh Pemkab Pandeglang. Pemberangkatan dilakukan dari Pendopo Kabupaten Pandeglang menuju Asrama UPTD Latihan Kerja Disnakertrans Provinsi Banten di Serpong, Tangerang Selatan.
Reporter: Moch Madani Prasetia
Editor: Agung S Pambudi












