PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pandeglang mengajak masyarakat untuk meningkatkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di tengah musim pancaroba atau masa peralihan dari musim kemarau ke musim hujan maupun sebaliknya.
Kepala Dinkes Pandeglang, Eni Yati mengatakan penerapan PHBS bisa dimulai dari lingkup rumah tangga. Menurutnya, langkah tersebut sederhana dan tidak memerlukan biaya besar, namun memiliki dampak besar untuk kesehatan keluarga.
“Upaya pemberdayaan keluarga agar tahu, mau, dan mampu mempraktikkan PHBS itu sangat penting. Dengan pola hidup bersih dan sehat, keluarga bisa meningkatkan kualitas kesehatan sekaligus mencegah penyakit,” kata Eni Yati, Senin 18 Agustus 2025.
Eni menjelaskan, sosialisasi PHBS rutin dilakukan oleh tenaga kesehatan, baik melalui puskesmas, posyandu, maupun kelompok masyarakat di desa-desa. Tujuannya untuk meningkatkan kesadaran warga agar menciptakan lingkungan sehat dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Ia mencontohkan sejumlah perilaku yang perlu dibiasakan di rumah tangga, seperti memastikan persalinan ditolong tenaga kesehatan, memberikan ASI eksklusif, menimbang balita setiap bulan, menggunakan air bersih, mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, memakai jamban sehat, serta rajin memberantas jentik nyamuk.
Selain itu, konsumsi buah dan sayur setiap hari, olahraga rutin, serta tidak merokok di dalam rumah juga menjadi bagian penting dari PHBS.
“Sebenarnya sederhana, tapi masih banyak yang belum terbiasa. Misalnya mencuci tangan, padahal itu sangat mudah,” ujarnya.
Menurut Eni, tantangan terbesar dalam penerapan PHBS adalah mengubah perilaku masyarakat yang sudah terbentuk sejak lama.
Meski begitu, Dinkes Pandeglang akan terus mendorong kesadaran warga melalui edukasi.
“Harapan kami, dengan penerapan PHBS di rumah tangga, masyarakat bisa terhindar dari penyakit dan kualitas hidupnya semakin meningkat,” imbuhnya.
Editor: Agus Priwandono











