SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Persita Tangerang berambisi menang di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Madura, pada Minggu, 24 Agustus 2025. Persita akan menjalani laga tandang melawan Madura United pada pekan ketiga Super League 2025/2026.
Misi itu harus diwujudkan, karena Persita menelan kekalahan pada dua laga sebelumnya.
Pada pekan pertama, Persita babak belur dihajar Persija Jakarta, 0-4. Kekalahan kembali diterima Persita saat menjamu Persebaya Surabaya, 0-1, pada peka ln kedua.
“Saya meminta mereka untuk tetap percaya kami, kami akan berjuang, akan bertandang ke Madura di laga berikutnya, kami berjuang dengan mentalitas, dan semoga kami bisa segera mengubah situasi,” kata Pelatih Persita, Carlos Pena, dikutip Radarbanten.co.id dari Persitafc.com, Selasa, 19 Agustus 2025.
Beberapa pemain tampil menjanjikan ketika masuk sebagai pemain pengganti saat melawan Persebaya. Namun, Carlos Pena tak mau membicarakan individu saja.
“Saya tidak suka membicarakan pemain individu. Di babak pertama pertandingan berjalan dengan ketat. Jadi bermain di babak pertama bermain sebagai penyerang cukup sulit, karena pergerakan yang cukup kecil,” kata Pena.
Menurut Pena, timnya tidak boleh bergantung pada satu pemain saja dan harus mencari cara untuk memaksimalkan keberadaan semua pemain. Karena itu, ia akan terus mencari strategi terbaik agar bisa memaksimalkan semua pemainnya.
“Ini adalah sesuatu yang harus kami ubah jika ingin memenangkan pertandingan. Jadi saya tidak mau membicarakan pemain individu,” kata.
Dia juga meminta suporter untuk sabar dan terus mendukung perjuangan Pendekar Cisadane di laga selanjutnya.
“Tentu mereka (para fans-red) mengkritik saya karena mereka ingin (kami-red) menang seperti saya, kami menerima kritik, kami sadar kami tak tampil baik, kami kalah dua kali. Kami juga sedih, tapi kami berkomitmen untuk mengubah situasi,” ujarnya.
Diakuinya, dua lawan yang dihadapi sebelumnya merupakan lawan yang kuat dengan tradisi juara.
“Memulai musim dengan menghadapi Persija dan Persebaya bukanlah jadwal yang mudah, tapi kami tak mau mencari alasan. Kami sedih dan kecewa,” katanya.
Editor: Agus Priwandono











