LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Lebak mengimbau masyatakat untuk mewaspadai kasus Demam Berdarah Deungue (DBD) di musim kemarau basah seperti saat ini.
Berdasarkan data dari Dinkes Lebak, DBD di Lebak hingga Agustus 2025 mencapai 543 kasus dan satu di antaranya meninggal dunia.
“Ya, kami terus mengingatkan agar warga terus menerapkan perilaku hidup bersih sehat (PHBS). Karena, sampai Agustus, DBD mencapai 543 kasus dan 1 orang meninggal dunia,” kata Kasi Pencegahan Pemberantasan Penyakit Menular Dinkes Kabupaten Lebak Rohmat Puji Raharjo, Senin 1 Agustus 2025.
Meskipun kasus DBD di Lebak menurun dibanding tahun 2024 lalu yang mencapai 3.038 dan 10 orang meninggal, DBD masih menjadi ancaman bagi kesehatan masyarakat.
“Daerah perkotaan masih paling banyak kasus DBD, seperti Puskesmas Rangkasbitung menangani 63 kasus, Puskesmas Malingping 42 kasus, dan Puskesmas Bayah 39 kasus,” katanya.
Ia mengatakan, pihaknya terus melakukan berbagai upaya untuk mencegah DBD, salah satunya melalui pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan 3M Plus.
“Kegiatan PSN lebih efektif untuk pencegahan, bukan dengan fogging karena fogging hanya membunuh nyamuk dewasa saja, tapi tidak menyelesaikan permasalahan,” jelasnya.
Editor: Mastur Huda











