SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Sekolah Dasar Negeri Palamakan 1 Desa Pringwulung, Kecamatan Bandung, Kabupaten Serang yang ditinjau Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah ternyata hanya memiliki 3 ruang kelas yang bisa digunakan.
Meskipun memiliki jumlah murid yang sangat banyak, yakni 244 siswa, namun hanya ada tiga ruang kelas dan satu ruang guru. Untuk itu, proses pembelajaran harus dilakukan secara bergantian agar seluruh siswa bisa belajar.
Kepala Sekolah SDN Palamakan 1 Robi’atus Sa’diyah mengatakan, sekolah tersebut dibangun sejak 2011 lalu. Rencananya gedung kelas akan dibangun dua lantai, namun tidak ada tindak lanjut hingga saat ini.
“Dibangun sejak 2011, namun rusaknya itu 3 tahun setelahnya karena memang tidak segera ditindaklanjuti pembangunannya. Jadi corannya itu sekarang ini sudah rusak, sudah ada yang bocor. Jadi kalau hujan itu otomatis air hujannya masuk,” katanya, Rabu 17 September 2025.
Ia mengungkapkan, sebelumnya pihaknya telah melakukan pengajuan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Serang untuk melanjutkan pembangunan dan perbaikan gedung kelas yang rusak. Namun hingga saat ini belum ada tindak lanjut dari Penkab Serang.
“Pengajuan sudah kami lakukan dari sejak dulu. Kebetulan saya juga kepala sekolah baru dari tahun 2023. Setelah saya pertama kali datang langsung saya tindak lanjuti, saya datangnya ke dinas. Namun baru dapat respon yang baik sekarang ini,” ujarnya.
Ia mengaku, di sekolahnya hanya memilik 3 ruang kelas yang dapat digunakan untuk proses pembelanaran. Akibatnya, pembelajaran harus dilakukan secara bergantian. Padahal, jumlah siswanya sangat banyak, yakni 244 siswa. “Jadi kita lakukan dua sip, yakni pagi dan sore, dilakukan bergantian,” ujarnya.
Setelah ditinjau Bupati Ratu Zakiyah, ia berharap agar dapat segera dilakukan pembangunan. “Segera dibangun agar warga masyarakat di sini mendapatkan sarana-prasarana yang layak. Biar bisa melakukan kegiatan belajar-mengajar yang efektif,” pungkasnya.
Editor: Mastur Huda

