CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Menjelang musim penghujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cilegon mulai memetakan sejumlah titik rawan banjir.
Beberapa wilayah yang diprediksi berpotensi mengalami genangan pada musim hujan tahun ini di antaranya Kecamatan Cibeber, Grogol, Pulo Merak, Ciwandan, dan Jombang.
Kepala BPBD Cilegon, Suhendi, mengatakan pihaknya menyiagakan personel dan peralatan untuk mengantisipasi ancaman bencana hidrometeorologi.
Hal itu disampaikan usai kegiatan Apel Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana Alam Area Hukum Polres Cilegon Tahun 2025 di Mapolres Cilegon, Kamis 18 September 2025.
“Pengalaman dari tahun-tahun sebelumnya, wilayah-wilayah itu yang paling rawan. Namun, sebagian besar banjir yang terjadi di Cilegon biasanya merupakan kiriman dari hulu,” ujarnya.
BPBD Cilegon, lanjut Suhendi, menyiagakan 21 personel yang bertugas piket selama 24 jam. Selain itu, seluruh pegawai akan diturunkan jika terjadi bencana berskala besar.
“Intinya, kita selalu siap siaga. Perubahan iklim sekarang tidak menentu, musim kemarau bisa turun hujan, dan sebaliknya,” tambahnya.
Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memantau perkembangan cuaca.
Prediksi BMKG menyebut musim hujan tahun ini diperkirakan datang lebih cepat dibandingkan biasanya.
“Kami mengikuti informasi BMKG terkait cuaca, termasuk potensi hujan lebat, angin kencang, dan pohon tumbang,” kata Suhendi.
Sebagai langkah antisipasi, BPBD telah menyiapkan peralatan pendukung evakuasi seperti perahu karet, gergaji mesin, dan peralatan penyelamatan lainnya.
“Harapannya, ketika ada kejadian bencana, semua bisa ditangani dengan cepat,” pungkasnya.
Editor: Bayu Mulyana











