SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Kredit Usaha Rakyat (KUR) adalah program pemerintah yang bertujuan memperkuat permodalan usaha, mengembangkan bisnis, serta meningkatkan pembiayaan UMKM dengan suku bunga yang terjangkau.
KUR BRI 2025 dirancang khusus untuk calon nasabah yang memiliki usaha produktif dan layak, serta belum pernah menerima kredit atau pembiayaan investasi/modal kerja komersial.
Namun, KUR BRI tidak diperuntukkan bagi kredit konsumsi keperluan rumah tangga, skema kredit/skala ultra mikro atau sejenisnya, dan/atau pinjaman pada perusahaan layanan pendanaan bersama berbasis teknologi informasi atau perusahaan pembiayaan berbasis digital.
Untuk suku bunga terbaru, KUR Super Mikro dengan plafon hingga Rp10 juta menawarkan bunga sebesar 3 persen efektif per tahun.
Sementara itu, KUR Mikro dengan plafon lebih dari Rp10 juta hingga Rp100 juta dan KUR Kecil dengan plafon Rp100 juta hingga Rp500 juta memiliki suku bunga 6-9 persen efektif per tahun. Syarat dan ketentuan berlaku.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Hingga akhir Triwulan II tahun 2025, BRI telah menyalurkan KUR sebesar Rp83,88 triliun, mencapai 47,93 persen dari total alokasi KUR tahun ini sebesar Rp175 triliun.
Sebagian besar KUR yang disalurkan BRI dialokasikan ke sektor produksi. Tercatat sekitar 63,63 persen dari total penyaluran mengalir ke sektor-sektor seperti pertanian, perikanan, industri pengolahan, dan kegiatan produksi lainnya.
Sektor pertanian menjadi penyerap terbesar dengan nilai pembiayaan mencapai Rp37,11 triliun, atau sekitar 44,25 persen dari total KUR yang telah disalurkan hingga akhir Juni 2025.
Penyaluran ini dilakukan dengan tetap menjaga kualitas pembiayaan, yang tercermin dari rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) yang terjaga di level 2,48 persen.
KUR terus didorong sebagai solusi keuangan utama bagi pelaku UMKM. Tujuannya adalah memperkuat kapasitas usaha mereka sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di berbagai sektor.
Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menegaskan bahwa KUR memiliki peran krusial dalam mendorong pertumbuhan usaha masyarakat serta perluasan kesempatan kerja.
Ia menyatakan bahwa akses terhadap modal yang terjangkau adalah kunci untuk meningkatkan skala usaha dan menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas.
“KUR menjadi instrumen penting dalam memperluas inklusi keuangan, khususnya bagi pengusaha UMKM yang selama ini terkendala akses permodalan,” ujarnya, seperti dikutip dari laman resmi BRI.
Menurutnya, program KUR mampu mendorong peningkatan produktivitas sekaligus menciptakan lapangan kerja di berbagai sektor strategis.
“Kami percaya bahwa pembiayaan yang tepat sasaran akan memperkuat kontribusi sektor riil terhadap pertumbuhan ekonomi nasional,” lanjutnya.
Editor: Agus Priwandono











