CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – PT Pertamina Energy Terminal (PET) bersama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) menandatangani Joint Study Agreement (JSA) terkait pengembangan dan pemanfaatan Green Hydrogen.
Penandatanganan JSA berlangsung dalam rangkaian acara 11th Indonesia International Geothermal Conference & Exhibition (IIGCE) 2025 di Jakarta Convention Center.
Sejumlah pihak menyaksikan penandatanganan ini secara langsung. Antara lain Bahlil Lahadalia, selaku Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Todotua Pasaribu, selaku Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi serta dihadiri pejabat tinggi dan pelaku bisnis sektor energi terbarukan.
Selain itu turut hadir Eniya Listiani Dewi, Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Dewan Energi Nasional, Komisi VII DPR RI, dan jajaran CEO industri geothermal.
Melalui JSA ini, kedua entitas akan melakukan kajian bersama mengenai Pembangunan Green Hydrogen Plant di Wilayah Ulubelu, Lampung. Kemudian Pemanfaatan Green Hydrogen di Terminal PET sebagai bagian dari roadmap Green Terminal dan kerja sama pengelolaan air (water treatment) untuk Green Hydrogen Plant dan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP).
“Kerja sama ini merupakan langkah nyata PGE dalam mewujudkan Beyond Electricity. Proyek ini menjadi bagian penting dari upaya kami membangun ekosistem green hydrogen secara end-to-end, mulai dari produksi, distribusi, hingga pemanfaatannya untuk mendukung transisi menuju industri rendah karbon. Sinergi ini juga sejalan dengan komitmen PGE untuk memperluas peran energi panas bumi tidak hanya sebagai penyedia listrik, tetapi juga sebagai fondasi lahirnya solusi energi bersih masa depan,” ujar Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk, Julfi Hadi melalui keterangan tertulis, Selasa 23 September 2025.
Direktur Utama PT Pertamina Energy Terminal, Bayu Prostiyono menyampaikan bahwa kerja sama ini menjadi langkah awal bagi PET dalam memperkuat portofolio Green Energy.
“Studi ini tidak hanya mendukung roadmap Green Terminal PET, tetapi juga mencerminkan komitmen Pertamina Group untuk transisi energi, dekarbonisasi, serta hilirisasi industri. Kami percaya, sinergi ini akan mendorong efisiensi energi sekaligus mempercepat pencapaian target Net Zero Emission 2060,” ujarnya.
Sebagai pengelola lima terminal energi di Indonesia, studi pengembangan Green Hydrogen ini menjadi langkah penting bagi PET untuk mewujudkan green terminal.
Pemanfaatan Green Hydrogen di lingkungan Pertamina Group diharapkan menjadi langkah nyata untuk menghadirkan energi bersih yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Upaya ini tidak hanya mendukung pengurangan emisi karbon, tetapi juga memperkokoh posisi Pertamina Group sebagai pelopor di bidang new renewable energy.
Editor: Agus Priwandono











