SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Polda Banten menggelar latihan Sistem Pengamanan Markas Komando (Sispam Mako) dan Sistem Pengamanan Kota (Sispam Kota) di Mapolda Banten.
Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan dan kemampuan personel dalam menghadapi potensi gangguan keamanan.
Kapolda Banten Irien Pol Hengki mengatakan, kegiatan Sispam Mako dan Sispam Kota oleh personel Polda Banten tersebut diawali dengan apel pagi, arahan teknis, dan dilanjutkan simulasi penanganan situasi kontijensi berupa skenario penyerangan kelompok tidak dikenal (OTK) terhadap Mako Polda Banten.
“Dalam simulasi tersebut, personel menempati plotingan masing-masing, melaksanakan prosedur peringatan dini, hingga penindakan terhadap massa yang bertindak anarkis,” kata Hengki melalui siaran pers tertulis yang diterima Rabu 1 Oktober 2025.
Hengki menjelaskan bahwa latihan ini merupakan bentuk evaluasi kesiapan personel Polda Banten, sarana, dan prasarana kepolisian dalam mengantisipasi berbagai potensi ancaman.
“Sispam Mako dan Sispam Kota ini merupakan upaya preventif sekaligus responsif untuk memastikan seluruh personel siap menghadapi setiap situasi, termasuk penyerangan markas maupun potensi gangguan keamanan di wilayah perkotaan,” ungkapnya.
Polda Banten Pastikan Kesiapan Personel
Dengan latihan tersebut, Polda Banten ingin memastikan prosedur pengamanan berjalan sesuai standar operasional dan melibatkan seluruh fungsi kepolisian secara terpadu.
Hengki menambahkan bahwa latihan tersebut melibatkan 1.333 personel gabungan dengan rincian 444 personel Sispam Kota dan 889 personel Sispam Mako yang terdiri dari berbagai satker Polda Banten, termasuk Ditsamapta, Ditintelkam, Ditreskrimum, Ditreskrimsus, Ditresnarkoba, Brimob, dan fungsi pendukung lainnya.
“Simulasi mencakup berbagai tahapan, mulai dari deteksi dini, penghadangan, penggunaan Dalmas, hingga pengerahan satuan Brimob dan tim anti anarki untuk mengendalikan situasi. Tim medis Biddokkes juga dilibatkan untuk memberikan pertolongan terhadap massa yang mengalami luka,” tuturnya.











