LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distan) Kabupaten Lebak mengimbau petani padi meningkatkan kewaspadaan terhadap serangan organisme pengganggu tanaman (OPT), terutama hama wereng batang cokelat (WBC), yang berpotensi meningkat pada musim kemarau.
Kepala Distan Kabupaten Lebak, Rahmat Yuniar, mengatakan petugas penyuluh pertanian telah diterjunkan untuk memantau kondisi tanaman padi di sejumlah wilayah.
“Kami telah memerintahkan petugas penyuluh pertanian turun ke lapangan untuk memantau areal persawahan yang telah ditanami padi. Saat ini rata-rata usia tanaman padi di Lebak mencapai 40 hingga 60 hari setelah tanam (HST),” ujarnya, Senin, 6 Juli 2026.
Menurut Rahmat, sebagian petani di Kabupaten Lebak telah memasuki masa tanam, bahkan ada yang mulai memasuki masa panen. Karena itu, Distan telah menerbitkan surat edaran kepada petani agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi serangan hama.
“Sejauh ini kami belum menerima laporan adanya serangan hama pada tanaman padi. Namun, apabila ditemukan gejala serangan, petani diminta segera melaporkannya kepada petugas pertanian terdekat agar pengendalian dapat dilakukan secepat mungkin,” katanya.
Rahmat menjelaskan, Distan juga mengoptimalkan peran Brigade Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) untuk mempercepat penanganan apabila terjadi serangan hama di lapangan.
Menurutnya, keberadaan brigade tersebut diharapkan mampu menekan risiko gagal panen sekaligus menjaga produktivitas padi dan ketahanan pangan di Kabupaten Lebak.
“Kami juga telah memberikan bimbingan teknis mengenai pengendalian hama wereng batang cokelat. Tim brigade akan langsung turun ke lokasi setelah menerima laporan serangan dengan membawa sarana dan prasarana pendukung, seperti pestisida dan peralatan pengendalian hama,” ujarnya.*
Editor : Krisna Widi Aria











