LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Sebanyak 103 desa di empat kecamatan Kabupaten Lebak resmi mendeklarasikan Desa Siaga TBC.
Upaya ini menjadi langkah nyata Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak dalam menekan angka penderita tuberkulosis yang hingga September 2025 mencapai 4.694 kasus dengan 36 kematian.
Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan (Dinkes) Lebak, Rochmat Pudjiharjo, menyampaikan pembentukan Desa Siaga TBC akan terus digenjot hingga menjangkau seluruh desa di Lebak.
“Alhamdulillah, sudah 103 desa terbentuk Desa Siaga TBC. Kami menargetkan akhir tahun ini seluruh desa di Lebak memiliki Desa Siaga TBC,” kata Rochmat, Jumat, 3 Oktober 2025.
Ia menjelaskan, program Desa Siaga TBC bertujuan mempercepat eliminasi penyakit menular tersebut. Angka penderita TBC di Lebak tergolong mengkhawatirkan, karena hingga September 2025 tercatat 4.694 penderita dan 36 orang meninggal dunia.
Menurutnya, program eliminasi TBC menargetkan Indonesia bebas TBC pada 2030.
“Pemkab Lebak berkomitmen mendukung program ini melalui tahapan sosialisasi, edukasi, hingga pembentukan Desa Siaga TBC di seluruh wilayah,” jelasnya.
Rochmat menambahkan, penderita TBC wajib disiplin menjalani pengobatan agar sembuh total.
“Pengobatan TBC harus dilakukan enam bulan secara rutin. Namun angka putus obat (drop out) masih terjadi karena pasien berhenti minum obat,” terangnya.
Dinkes Lebak juga mengimbau keluarga pasien untuk aktif mendampingi penderita agar tidak lalai berobat.
“Kami menjalankan program Pendampingan Minum Obat (PMO) agar pasien selalu terkontrol dan tuntas mengonsumsi obat selama enam bulan,” pungkasnya.
Editor: Aas Arbi

