LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Liverpool kembali gagal meraih poin penuh. The Reds kalah tipis 2-1 oleh Chelsea di Stamford Bridge pada Sabtu, 4 Oktober 2025, malam WIB.
Pada laga pekan ke‑7 Liga Inggris, kemenangan dramatis tuan rumah lewat gol menit akhir membuat Liverpool kini sudah tiga pertandingan beruntun tanpa kemenangan.
Pada pekan ke-6, Liverpool kalah oleh Crytal Palace 2-1 dan pertandingan selanjutnya di Liga Champions, Liverpool kalah tipis 1-0 oleh Galatasaray.
Chelsea membuka keunggulan lebih dahulu melalui tendangan jarak jauh Moises Caicedo di menit ke-14 yang menaklukkan kiper lawan.
Liverpool berusaha mencari celah dan sempat menyamakan keadaan lewat Cody Gakpo di menit ke-63, usai memanfaatkan peluang serangan balik.
Namun, kebahagiaan The Reds tidak bertahan lama. Di menit tambahan menit ke-95, gelandang muda Chelsea, Estevaomencetak gol kemenangan setelah memanfaatkan umpan silang dari Marc Cucurella.
Gol ini memastikan Chelsea meraih tiga poin penuh dan menambah tekanan bagi Liverpool.
Pelatih Liverpool, Arne Slot, dalam jumpa pers usai pertandingan meminta agar publik dan media tak terlalu panik.
Menurutnya, timnya masih memiliki potensi untuk membalikkan situasi.
“Kekalahan kali ini sangat tipis dan berharap mental tim segera pulih,” ujarnya, dikutip dari Reuters.
Slot juga menyinggung bahwa tiga kekalahan beruntun ini menjadi catatan buruk dalam masa jabatannya.
Dia mengakui tim telah kebobolan dalam situasi genting dan terlalu lambat mengambil keputusan di menit-menit akhir.
“Kita harus belajar dari ini,” kata Arne.
Secara statistik, Liverpool menguasai bola dan menciptakan peluang, tetapi kurang efektif dalam penyelesaian akhir.
Beberapa peluang yang seharusnya bisa menjadi gol, gagal dikonversi menjadi angka.
Chelsea sendiri bermain pragmatis dan memaksimalkan momen penting.
Kekalahan ini juga membuat Liverpool tertahan di posisi dua klasemen sementara dengan 15 poin, masih berada di bawah Arsenal yang memimpin.
Sedangkan, Chelsea naik ke posisi enam dengan tambahan poin dari laga ini.
Minggu depan, Liverpool akan menghadapi laga yang sangat krusial. Jika tren negatif ini terus berlanjut, tekanan terhadap skuad dan manajemen pasti akan semakin besar.
Editor: Agus Priwandono











