PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Di balik riuh gelombang samudera dan bayang-bayang legenda, tersimpan kisah panjang tentang lahirnya tanah Banten. Sebuah sejarah yang tak hanya tercatat dalam naskah kuno, tetapi hidup dalam tutur para leluhur dalam Babat Banten.
Dikutip RADARBANTEN.CO.ID dari kanal YouTube @Ghazaliyin, berawal dari masa Kerajaan Pajajaran di bawah kepemimpinan Prabu Siliwangi, sejarah Banten bermula dari dua keturunan sang raja, Raden Kian Santang dan Ratu Rara Santang.
Dikisahkan, Raden Kian Santang melakukan perjalanan panjang menyeberangi lautan setelah menerima petunjuk dalam mimpi untuk mencari seseorang yang disebut mampu menandinginya.
Perjalanan itu membawanya hingga ke tanah Arab. Ia dan sang adik akhirnya bertemu Ali bin Abi Thalib dan memeluk agama Islam.
Ratu Rara Santang kemudian menikah dengan bangsawan Arab, Syarif Husein, dan melahirkan dua putra. Yaitu, Syarif Nurullah dan Syarif Hidayatullah yang kelak dikenal sebagai Sunan Gunung Jati.
Dari Cirebon, Syarif Hidayatullah menyebarkan Islam ke berbagai wilayah Jawa Barat hingga menatap ke Barat, ke tanah Banten yang kala itu diperintah oleh Prabu Pucuk Umun.
Konflik pun terjadi. Dua bangsawan Banten, Pangeran Pulausari dan Pangeran Asupan, memeluk Islam setelah berguru pada Sunan Gunung Jati.
Hal itu memicu amarah Prabu Pucuk Umun hingga terjadi pertarungan besar yang mengguncang tanah Banten.
Pada akhirnya, Prabu Pucuk Umun dikalahkan dan dikurung di bawah kawah Gunung Krakatau, menjadi simbol berakhirnya masa lama dan dimulainya era baru.
Dari kisah itu pula lahir tokoh legendaris Saba Kingking, putra Ratu Kawunganten—keturunan Prabu Pucuk Umun—dan Sunan Gunung Jati.
Setelah melalui perjalanan panjang dan ujian berat, Saba Kingking berhasil mendirikan masjid pertama di pesisir Banten dalam semalam. Ia kemudian memeluk Islam dan diberi nama Maulana Hasanuddin, yang kelak menjadi Sultan pertama Banten.
Di bawah kepemimpinan Maulana Hasanuddin dan putranya, Maulana Yusuf, Banten berkembang menjadi pusat dakwah dan perdagangan penting di Nusantara.
Serangan terhadap Kerajaan Pakuan Pajajaran menjadi titik balik besar yang menandai berakhirnya era Pajajaran dan berdirinya Kesultanan Banten sebagai kekuatan baru di ujung Barat Pulau Jawa.
Dari legenda Raden Kian Santang hingga perjuangan Sultan Maulana Hasanuddin, Babat Banten bukan sekadar dongeng, melainkan jejak sejarah yang menandai lahirnya peradaban Islam di tanah Banten.
Editor: Agus Priwandono











