SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Salah satu peserta CSR Impact Challenge asal Cilegon Klinik Gigi Dentaraya, yang lebih tepatnya berlokasi di Jl. Boulevard Raya No.23A, Cibeber, Kota Cilegon. Turut ambil bagian di dalam ajang ini.
Acara yang diselenggarakan oleh Radar Banten mengusung tema “Tumbuh Bersama, Berdampak Bersama” dinilai memberikan manfaat besar, yang tidak hanya dari segi praktik sosial, tetapi juga dari segi pengembangan bisnis yang berkelanjutan.
Humas Klinik Gigi Denatarya, Dimas Satriyo Hutomo, menyambut baik adanya acara ini karena bisa memberikan pengalaman baru bagi para pesertanya.
“CSR Impact Challenge yang diadakan oleh Radar Banten kali ini sangat bermanfaat, baik dari segi teori maupun aplikasi di lapangan. Tidak hanya sekadar mempresentasikan apa yang sudah dilakukan, tetapi kami juga mendapatkan ilmu dan masukan baru yang bermanfaat bagi pengembangan bisnis ke depannya,” ujar Dimas.
Lebih lanjut, Dimas juga mendapatkan insight baru dari acara ini, serta memberikan pemahaman yang lebih luas lagi tentang CSR yang tidak terpau dengan kegiatan analau filantropi, tetapi memiliki peran amat sangat strategis dalam membangun kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
“Disampaikan bahwa CSR tidak hanya berkaitan dengan kegiatan charity semata, tetapi lebih dalam daripada itu — yaitu membangun kesejahteraan masyarakat dan berkolaborasi dengan berbagai pihak seperti pemerintah daerah, masyarakat, dan pelaku usaha lainnya,” jelasnya.
Dirinya lebih menekankan terkait pentingnya kolaborasi dengan para pelaku bisnis dalam menjalankan CSR. Sebab dengan berkolaborasi dampak yang dihasilkan pun bisa lebih besar lagi bagi masyarakat, terkhusus kelompok masyarakat rentan.
“Jika pelaku bisnis terus kompak dalam kegiatan CSR, kami percaya kesejahteraan masyarakat bisa tercapai dengan lebih mudah,” ujarnya.
Menghadiri juri-juri yang kompeten di bidangnya, CSR Impact Challenge tidak hanya sekedar event belaka. Dimas sendiri merasakan Impactnya yang bisa mendapatkan wawasan baru dalam menyelaraskan program CSR dengan bidang bisnis yang sedang dijalankan.
“Kami mendapat saran dari dewan juri agar CSR kami sejalan dengan proses bisnis di bidang medis. Misalnya dengan mengadakan sosialisasi terkait penanganan sampah medis sederhana di rumah tangga, seperti obat-obatan kedaluwarsa atau limbah farmasi yang sering tidak terkelola dengan baik,” tuturnya.
Menurut Dimas, saran tersebut sangat relevan dan akan menjadi arah baru bagi program CSR Klinik Gigi Dentaraya ke depan agar memiliki nilai tambah sekaligus memberikan dampak positif yang langsung dirasakan masyarakat.
Reporter: Ikhsan GenRB/Eko Fajar A











