CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Yayasan Nurani Dhuafa Indonesia kembali memperkuat komitmennya dalam mendukung kebijakan Badan Gizi Nasional (BGN) melalui pelatihan keamanan pangan bagi relawan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) Angkatan II.
Kegiatan yang digelar di Hall Grand Mangku Putra, Kamis 9 Oktober 2025, Pelatihan digelar bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon sebagai bagian dari proses sertifikasi Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Sebanyak 250 relawan dari lima dapur aktif MBG mengikuti pelatihan ini. Panitia membaginya dalam dua gelombang agar proses pembelajaran berlangsung efektif dan terfokus.
Instruktur dari Dinas Kesehatan Cilegon bersama pejabat Badan Gizi Nasional memberikan materi terkait protokol higienis dan sanitasi.
Melalui pelatihan ini, seluruh dapur MBG di bawah Yayasan Nurani Dhuafa diarahkan untuk memenuhi syarat administrasi dan teknis guna memperoleh Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Sertifikat ini merupakan bukti bahwa dapur telah layak dalam aspek kebersihan, sanitasi, dan kelayakan pangan.
Ketua Yayasan Nurani Dhuafa Indonesia, Irfan Ali Hakim, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan tahapan penting sebelum sertifikasi SLHS diterbitkan oleh Dinas Kesehatan.
“Kami ingin memastikan setiap dapur MBG memenuhi standar kebersihan dan keamanan pangan. Sertifikasi SLHS ini bukan sekadar dokumen, tapi bentuk komitmen kami menjaga kualitas makanan yang disajikan untuk masyarakat,” ujar Irfan.
Ia menegaskan, sejak program MBG berjalan hampir dua bulan, belum pernah ditemukan kasus keracunan makanan. Hal itu menjadi bukti bahwa relawan dapur sudah memahami pentingnya sanitasi dalam pengolahan bahan pangan.
“Kami ingin dapur MBG menjadi contoh penerapan standar higiene yang baik di Cilegon. Dengan adanya SLHS, relawan semakin paham bahwa kebersihan dapur adalah bagian dari ibadah sosial,” tambahnya.
Pelatihan ini diharapkan menjadi awal dari proses sertifikasi SLHS bagi seluruh dapur MBG di Kota Cilegon. Yayasan Nurani Dhuafa menargetkan seluruh dapur binaannya telah tersertifikasi sebelum akhir tahun 2025.
Reporter : Adam Fadillah
Editor: Agung S Pambudi











