PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID- Sebanyak 400 relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mengikuti pelatihan menjadi petugas penjamah makanan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang.
Sebanyak 400 relawan yang mengikuti pelatihan berasal dari 8 SPPG atau dapur MBG di Kabupaten Pandeglang.
Ke-8 dapur itu berada di bawah Yayasan Daar El Ulum, H Kasmidi, Toha Asep Suherman dan YPPSDP.
Penjamah makanan (food handler) ialah individu yang terlibat langsung dalam proses penanganan makanan, mulai dari persiapan, pengolahan, penyimpanan, pengangkutan, hingga penyajian.
Mereka bertanggung jawab memastikan kebersihan (higienis) dan keamanan pangan guna mencegah kontaminasi silang dan penyakit.
Para penjamah makanan ini memiliki tugas penting dalam menjaga keamanan makanan untuk mencegah risiko keracunan makanan.
Oleh karena itu, dari pihak yayasan selaku menaungi SPPG berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan untuk menyelenggarakan pelatihan penjamah makanan.
Perwakilan Yayasan Daar El Ulum, Fahru Rijal mengatakan, untuk kegiatan hari ini adalah pelatihan penjamah makanan bagi seluruh relawan yang berada di bawah naungan yayasan atau mitra.
“Yaitu yayasan H Kasmidi, Toha Asep Suherman dan Daar El Ulum semua ada 7 SPPG berada di bawah pimpinan saya. Dan satu SPPG ikut gabung dalam pelatihan penjamah makanan,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID, bertempat Gedung KPRI Amanah Cikedal, Kabupaten Pandeglang, Kamis, 29 Januari 2026.
Jumlah peserta pelatihan penjamah makanan ada 400 orang terdiri dari 8 dapur.
“Mudah-mudahan ini peserta yang terbanyak di Kabupaten Pandeglang untuk mendukung program dari Bapak Presiden Prabowo Subianto. Yakni program pemberian MBG,” katanya.
Program pelatihan penjamah makanan ini adalah bagian hal administratif yang perlu ditempuh, untuk mendapatkan SLHS (Sertifikat Laik Higiene Sanitasi).
“Bahwa setiap SPPG untuk bisa layak beroperasi,” katanya.
Fahru menjelaskan, kaitan waktu lauching diserahkan Kepala SPPG masing-masing. Di wilayah Kecamatan Menes, jiput , Cikedal pagelaran, Karang Tanjung, Carita, Panimbang dan Cimanggu.
“Launching untuk Yayasan Toha Asep Suherman besok, rencanya hari Jumat. Kemudian Daar El Ulum mungkin hari Sabtu di Karang Tanjung,” katanya.
Fahru menegaskan, proses rekrutmen relawan SPPG berada di bawah naungannya itu memprioritaskan dari keluarga masuk kategori miskin ekstrem (desil 1), desil 2, dan desil 3.
“Nah ini adalah salah satu tujuan daripada salah satu manfaat bisa dirasakan yang tadinya miskin ekstrem berpenghasilan rendah dengan gaji Rp400 ribu sampai Rp600 ribu,” katanya.
Ketika direkrut karyawan ini secara otomatis dari desil 1 menjadi desil berapa karena mereka direkrut menjadi karyawan mendapatkan penghasilan yang layak, minimal Rp,2,4 juta lebih.
“Program MBG menanggulangi kemiskinan, selain pengangguran dan juga stunting,” katanya.
Editor: Abdul Rozak











