PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Carita Punya Cerita memberikan santunan kepada puluhan anak yatim dan jompo di Kampung Sambolo, Desa Sambolo, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang. Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka grand launching SPPG Carita Punya Cerita yang berada di bawah naungan Yayasan Toha Asep Suherman.
SPPG Carita Punya Cerita secara resmi dilaunching oleh Ketua MUI Carita KH Muhyani bersama Kasubag Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pandeglang, Jamaludin.
Ketua Yayasan Toha Asep Suherman, Fahru Rijal, mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut sekaligus dapat berbagi dengan masyarakat yang membutuhkan.
“Alhamdulillah, dalam acara launching SPPG Carita Punya Cerita ini kami bisa berbagi keberkahan dengan anak yatim, janda, dan jompo,” kata Fahru Rijal kepada RADARBANTEN.CO.ID, Jumat 30 Januari 2026.
Ia menyebutkan, santunan diberikan kepada sekitar 17 anak yatim serta lebih dari 20 orang janda dan perempuan lanjut usia.
“Santunan ini merupakan bentuk berbagi keberkahan dan kebahagiaan,” ujarnya.
Fahru menjelaskan, grand launching ini menjadi penanda dimulainya operasional SPPG Carita Punya Cerita di bawah Yayasan Toha Asep Suherman. Rencananya, penyaluran program SPPG akan mulai dilaksanakan pada Senin, 2 Februari 2026.
“Untuk sementara, SPPG akan mencakup sekitar 1.300 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), termasuk Desa Cinoyong yang lokasinya cukup jauh dari Kecamatan Carita,” jelasnya.
Ia menambahkan, penerima manfaat program tersebut meliputi ibu hamil, ibu menyusui, balita, serta peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, RA, MI, MTs, SD, SMP, SMA hingga SMK.
“Insyaallah mulai hari Senin penyaluran dilakukan untuk masyarakat B3, ibu hamil, menyusui, balita, serta peserta didik di berbagai jenjang pendidikan,” katanya.
Sementara itu, Ketua MUI Carita KH Muhyani menilai kehadiran SPPG Carita Punya Cerita sangat bermanfaat bagi masyarakat.
“Program ini luar biasa karena mampu menyerap tenaga kerja sehingga membantu mengurangi pengangguran, sekaligus memberikan pemenuhan gizi yang baik bagi generasi penerus bangsa,” ujarnya.
Menurutnya, melalui program Makan Bergizi (MBG), kualitas makanan anak-anak menjadi lebih terkontrol sehingga berdampak pada peningkatan kesehatan dan kualitas generasi muda.
“MUI akan terus memantau dan bersinergi agar program ini berjalan sesuai harapan,” katanya.
Kasubag TU Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pandeglang, Jamaludin, turut mengapresiasi diluncurkannya SPPG Carita Punya Cerita.
“Mudah-mudahan kehadiran SPPG ini membawa dampak positif. Ini merupakan program nasional yang harus terus dilestarikan,” ujarnya.
Ia berharap program tersebut dapat menjangkau lembaga-lembaga pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama Pandeglang.
“Mudah-mudahan dengan hadirnya SPPG Carita Punya Cerita, para santri dan siswa madrasah, baik negeri maupun swasta, dapat menerima manfaat dari program MBG,” pungkasnya.
Editor: Mastur Huda











