SERANG,RADARBANTEN.CO.ID-Presiden Business and Professional Women (BPW) Indonesia Giwo Rubianto Wiyogo bersama Staf Khusus Menko Pangan sekaligus Ketua Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Banten Irna Narulita kunjungi Graha Pena Radar Banten, Selasa 21 Oktober 2025. Kehadiran istimewa ini merupakan undangan untuk menghadiri Podcast Radar Banten.
Menggunakan pakaian berwarna hijau tua berbalut selendang batik menampilkan kesan yang cantik nan elegan dari sosok Wanita hebat Giwo Rubianto Wiyogo.
Begitupun kehadiran Irna Narulita, dengan pakaian berwarna Navy dengan celana hitam, mencerminkan sosok wanita anggun dan tegas.
Kehadiran keduanya disambut langsung oleh Pemimpin Redaksi Radar Banten Aditya Ramadhan. Dalam lawatannya ke Radar Banten, keduanya diberikan pertanyaan mengenai pemberdayaan ekonomi wanita.
Pemberdayaan perempuan merupakan salah satu pilar penting dalam pembangunan ekonomi suatu negara, termasuk Indonesia. Sebagai negara dengan populasi perempuan yang signifikan, Indonesia memiliki potensi besar untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi melalui peran aktif perempuan dalam berbagai sektor.
Artikel ini akan membahas pentingnya pemberdayaan perempuan dalam ekonomi, tantangan yang dihadapi, serta langkah-langkah yang dapat diambil untuk memaksimalkan kontribusi perempuan dalam pembangunan ekonomi.
Dalam podcast tersebut, Staf Khusus Menko Pangan sekaligus Ketua Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Banten Irna Narulita menyebut, faktor kesehatan yakni stunting masih tinggi dan menjadi PR di Banten khususnya di Pandeglang.
“Kita bisa aktivitas produktif manakala kita sehat. Kerjasama penthaelix dibutuhkan untuk bagaimana bersatu padu memberikan solusi hal-hal yang bersifat urgent yaitu tadi Sanitasi,” katanya.
Menurut Irna, Sanitasi dan rumah layak huni menjadi pondasi dasar untuk masyarakat bisa hidup sehat.
“Harapannya kita harus bersama-sama, pemerintah punya program namun pasti tidak semua bisa di cover, maka disitulah kerjasama Pentahelix dibutuhkan, baik swasta, akademisi, lembaga-lembaga sosial, masyarakat untuk bersatu padu bersama pemerintah untuk mengantisipasi angka stunting tidak tinggi,” tuturnya.
“Ekonomi juga akan tumbuh, kalau kita sehat, sehingga produktif dan bagaimana diberdayakan muatan lokal yang kita angkat menjadi produk-roduk unggulan desa, kalau nanti bisa naik kelas dari UMKM tersebut, kita bisa dorong promosinya melalui penjualan digital melalui platform-platform online,” tambahnya.
Mantan Bupati Pandeglang ininmenekankan kepada perempuan untuk menumbuhkan rasa percaya diri, dibarengi dengan meningkatan skill yang dimiliki.
“Percaya diri saja dulu, dibarengi raga yang sehat dengan skill serta pengetahuan yang mumpuni, sehingga perlu ada ruang yang sangat besar untuk perempuan-perempuan bisa maju,” ujarnya.
Senada dengan Irna Narulita, Presiden Business and Professional Women (BPW) Indonesia Giwo Rubianto Wiyogopun menyebut kualitas perempuan harus ditingkatkan apabila ingin maju.
Dimana BPW adalah jaringan internasional berpengaruh yang beranggotakan wanita bisnis dan profesional dari lebih dari 100 negara di 5 benua dengan Status Konsultatif di ECOSOC/Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
“Tentunya dengan kita percaya diri, kita harus mempunyai kualitas atau kemampuan, yang pertama adalah pendidikan, dimana seorang perempuan dituntut bukan hanya di rumah tangga tetapi di masyarakat, semuanya harus ada kerjasama dan kolaborasi, bukan hanya pemerintah daerah maupun pemerintah pusat, tetapi dari organisasi-organisasi seperti yang kita jalankan,” ucapnya.
Ia menuturkan, untuk menjadi wanita yang berkualitas dan bermanfaat bagi sekitar dibutuhkan ilmu yang mumpuni maka harus belajar.
“Bahwa BPW Indonesia harus bisa memberikan inspirasi, memberdayakan dan bisa menginspirasi perempuan bukan hanya di dunia tetapi juga di Indonesia, dimana Provinsi Banten sangat pesat berkembangnya, maka kami melantik ibu Irna sebagai Presiden Club Banten. Dengan adanya program-program baik itu dari pusat atau internasional, kita bekali berbagai pelatihan untuk bagaimana membentuk kemandirian,” tuturnya.
Ia memaparkan telah melakukan pelatihan Internasional, dengan perbedaan waktu antara Indonesia dengan New York 12 jam, tak menyurutkan para peserta untuk meraih mimpi menjadi wanita yang berkualitas.
“Kita lakukan pelatihan-pelatihan melalui zoom, walau beda waktu 12 jam dengan New York, tetapi tak menjadi halangan bagi para anggota dan pengurus untuk mengikuti pelatihan kepemimpinan organisasi, itu merupakan niatan dan semangat mereka untuk menjadi perempuan harus maju, bermandiri dan bermanfaat,” paparnya.
Dalam kesempatan podcast yang berlangsung selama 30 menit tersebut berjalan dengan penuh kebersamaan dan kehangatan antara dua wanita hebat. Dengan adanya organisasi-organisasi perempuan, diharapkan akan menciptakan kesetaraan gender dan menghadirkan perempuan-perempuan yang berkualitas dan bermanfaat bagi siapapun.
Reporter: Eko Fajar A
Editor: Agung S Pambudi











