SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Kepengurusan Business and Professional Women (BPW) Indonesia Klub Provinsi Banten periode 2026-2028 resmi dilantik di Aula Pendopo Gubernur Banten, Kota Serang.
Pelantikan dilakukan langsung oleh Presiden BPW Indonesia, Giwo Rubianto Wiyogo, dan turut dihadiri Wakil Gubernur Banten Dimyati Natakusumah.
Dalam kepengurusan baru itu, Irna Narulita resmi dilantik sebagai Presiden BPW Indonesia Klub Provinsi Banten.
BPW sendiri merupakan organisasi internasional yang berfokus pada pemberdayaan perempuan, khususnya di bidang ekonomi, kepemimpinan, dan profesionalitas.
Presiden BPW Indonesia, Giwo Rubianto Wiyogo, mengaku bersyukur atas terbentuknya kepengurusan baru BPW Banten. Ia menilai Irna Narulita memiliki karakter kepemimpinan yang inovatif dan responsif.
“Alhamdulillah, kami mendapatkan sosok pemimpin yang inovatif dan responsif. Setiap program yang ditawarkan cepat ditangkap dan langsung dikerjakan,” kata Giwo, Senin 6 April 2026.
Menurut Giwo, salah satu fokus penting yang harus dijalankan BPW Banten adalah memperkuat kapasitas perempuan, khususnya para pelaku UMKM, bisnis, dan profesi melalui pelatihan yang berkelanjutan. Ia mencontohkan, BPW Indonesia telah menggulirkan berbagai pelatihan, termasuk pelatihan digital dan tatap muka yang diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata.
“Kami berharap pelatihan itu bukan hanya sesaat, tapi benar-benar dimanfaatkan oleh para pelaku usaha, UMKM, dan perempuan profesional,” ujarnya.
Giwo menjelaskan, BPW Indonesia mengusung semangat kepemimpinan inklusif. Menurut dia, organisasi ini membuka ruang bagi semua perempuan untuk tumbuh, berkarya, dan mengambil peran tanpa sekat yang kaku.
“Di BPW, semua diajak maju bersama dan berkarya bersama. Tidak ada pembatasan yang membuat anggota sulit berkembang,” ujarnya.
Meski begitu, kata dia, BPW tetap berjalan berdasarkan aturan organisasi yang telah diatur dalam AD/ART. Giwo juga menegaskan bahwa BPW Indonesia telah memiliki legalitas dan pengakuan resmi, termasuk perlindungan hak kekayaan intelektual (HAKI).
Selain penguatan ekonomi dan kepemimpinan, BPW Indonesia juga mendorong program peningkatan kapasitas perempuan di bidang teknologi. Giwo menyebut BPW Banten telah mulai menjalankan pelatihan bertema perempuan berdaya berbasis kecerdasan buatan (AI).
Tak hanya itu, BPW Indonesia juga menggandeng rumah sakit internasional melalui program pemeriksaan kesehatan perempuan, termasuk skrining mamografi dan pemeriksaan dini kanker. Menurut Giwo, hingga saat ini ratusan perempuan telah mengikuti program tersebut, terutama dari kalangan masyarakat yang membutuhkan.
“Harapan kami, perempuan-perempuan di Banten, termasuk yang ada di pelosok, bisa ikut tergerak untuk menjaga kesehatannya,” katanya.
Giwo berharap kepengurusan baru di bawah kepemimpinan Irna Narulita dapat memperluas gerakan pemberdayaan perempuan dan generasi muda di seluruh wilayah Banten. Ia menilai BPW Banten memiliki peluang besar untuk berkembang dan hadir di seluruh 8 kabupaten/kota di Provinsi Banten.
“Dengan langkah-langkah strategis yang dimiliki Ibu Irna, kami berharap BPW Banten bisa semakin maju, eksis, dan memberi manfaat nyata bagi perempuan di Banten,” harapnya.
Sementara itu, Sementara itu, Presiden BPW Indonesia Klub Provinsi Banten yang baru dilantik, Irna Narulita, menegaskan komitmennya untuk memperkuat peran perempuan, khususnya di bidang ekonomi dan kewirausahaan.
Irna mengatakan, BPW Banten akan fokus pada program pemberdayaan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, terutama perempuan hingga ke tingkat desa.
“Kami ingin BPW hadir tidak hanya di kota, tetapi juga menjangkau perempuan sampai pelosok. Pemberdayaan harus dirasakan secara merata,” kata Irna.
Menurutnya, penguatan kapasitas perempuan akan dilakukan melalui pelatihan, pendampingan usaha, serta peningkatan keterampilan berbasis digital. Ia juga menilai pelaku UMKM perempuan perlu didorong agar mampu naik kelas dan bersaing di era modern.
“Kami akan mendorong pelaku UMKM perempuan agar lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi, termasuk digitalisasi usaha,” ujarnya.
Irna juga menyoroti pentingnya pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) sebagai sarana belajar dan pengembangan usaha. Menurut dia, teknologi bisa dimanfaatkan perempuan untuk mencari ide usaha, menambah wawasan, hingga mendukung promosi dan pengelolaan bisnis.
“Di era AI ini, perempuan harus bisa memanfaatkan teknologi untuk belajar dan mengembangkan usaha. Yang positif kita ambil untuk kemajuan,” ucapnya.
Ia berharap, melalui BPW Banten, perempuan yang saat ini berada di level usaha mikro dapat tumbuh menjadi usaha kecil hingga menengah, dengan dukungan jejaring dan pelatihan yang berkelanjutan.
“Kami ingin perempuan di Banten semakin mandiri, berdaya, dan punya kesempatan lebih luas untuk berkembang,” pungkasnya.
Reporter: Moch Madani Prasetia
Editor: Agung S Pambudi











