PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Sejumlah personel Polres Pandeglang ikut berpartisipasi dalam kegiatan donor darah. Kegiatan ini dalam rangka memperingati HUT ke-74 Humas Polri tahun 2025.
Aksi kemanusiaan tersebut berlangsung di aula Mapolres Pandeglang, bekerja sama dengan Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pandeglang.
Dari pantauan di lokasi, para personel Polres Pandeglang silih berganti mendonorkan darahnya untuk membantu memenuhi kebutuhan darah di wilayah Pandeglang.
Kabag Mutu UTD PMI Pandeglang, Kamaludin, mengatakan kegiatan ini menargetkan pengumpulan hingga 60 kantong darah. Hingga siang hari, sebanyak 23 kantong darah telah berhasil dikumpulkan dan proses donor masih berlangsung.
“Targetnya 60 kantong, dan sejauh ini sudah terkumpul 23 kantong. Kegiatan masih berjalan,” kata Kamaludin, Kamis 23 Oktober 2025.
Menurutnya, kebutuhan darah di wilayah Pandeglang cukup tinggi. Dalam satu bulan, PMI setempat membutuhkan sekitar 1.000 kantong darah untuk memenuhi permintaan dari berbagai rumah sakit, baik negeri maupun swasta. Namun, ketersediaan darah sering kali belum mencukupi karena rendahnya kesadaran masyarakat untuk mendonorkan darah secara rutin.
“Pada dasarnya semua golongan darah dibutuhkan. Tapi kesadaran masyarakat untuk donor darah rutin masih terbatas,” jelasnya.
Meski demikian, Kamaludin memastikan stok darah di PMI Pandeglang saat ini tergolong aman. “Alhamdulillah stok saat ini sekitar 300 kantong, tapi jumlah ini fluktuatif tergantung pendonor dan kebutuhan rumah sakit,” katanya.
Ia menambahkan, PMI Pandeglang memprioritaskan pemenuhan kebutuhan darah untuk rumah sakit di wilayah setempat. “Kita fokus dulu memenuhi kebutuhan di Pandeglang. Kalau stok aman dan ada permintaan dari luar, baru kita bantu,” ujarnya.
Untuk menjaga ketersediaan darah, PMI rutin bekerja sama dengan berbagai pihak seperti instansi pemerintah, komunitas, dan pusat perbelanjaan dalam menggelar kegiatan donor darah massal.
“Kalau stok mulai menipis, biasanya kita kerja sama dengan komunitas atau instansi lain untuk mengadakan donor darah agar suplai tetap terjaga,” tambah Kamaludin.
Ia berharap kegiatan donor darah yang dilakukan oleh Polres Pandeglang dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjadi pendonor tetap.
“Kami berharap masyarakat bisa rutin donor setiap tiga bulan sekali. Selain membantu orang lain, donor darah juga baik untuk kesehatan,” tuturnya.
Kamaludin juga menyebut rendahnya partisipasi masyarakat kerap disebabkan oleh kurangnya informasi dan rasa takut terhadap proses donor darah. “Banyak yang takut jarum atau merasa lemas setelah donor, padahal donor darah aman dan sangat bermanfaat,” katanya.
Sementara itu, Kapolsek Banjar, Ahmad Sapei, yang turut berpartisipasi dalam kegiatan ini mengaku sudah rutin melakukan donor darah dan merasakan langsung manfaatnya bagi kesehatan.
“Alhamdulillah, saya rutin ikut donor darah. Semoga darah yang disumbangkan bisa membantu orang yang membutuhkan,” kata Ahmad.
Ia menuturkan, sejak rutin mendonorkan darah, kondisi kesehatannya menjadi lebih stabil. “Saya pribadi merasakan manfaatnya. Setelah rutin donor, kesehatan terasa lebih baik,” ungkapnya.
Ahmad juga mengapresiasi kegiatan sosial yang digelar Polres Pandeglang tersebut. Menurutnya, aksi kemanusiaan seperti ini perlu terus digalakkan.
“Kegiatan seperti ini harus terus dilakukan. Selain membantu sesama, juga menjaga kesehatan anggota Polri,” pungkasnya.
Editor: Agus Priwandono












