PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Pandeglang 2025 masih jauh dari target. Hingga akhir Oktober, realisasi baru Rp115,15 miliar atau 67,11 persen dari target Rp171,58 miliar. Anggota Komisi II DPRD Pandeglang, Habibi Arafat, menilai upaya Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) perlu ditingkatkan.
“Bapenda sudah berusaha maksimal, tapi capaian PAD harus lebih dimaksimalkan supaya sesuai target. Persoalan ini sudah bisa terdeteksi dan menjadi ranah eksekutif untuk dievaluasi,” kata Habibi Arafat, Rabu 29 Oktober 2025.
Ia menekankan kendala PAD belum optimal harus jadi pelajaran agar tidak terulang. Koordinasi dan strategi Bapenda dalam menggali potensi pajak masih perlu perbaikan, terutama di wilayah dengan capaian rendah.
“Kendala yang membuat PAD tidak tercapai harus diantisipasi ke depan agar target tahun mendatang bisa terealisasi lebih baik,” jelasnya.
Habibi juga menyoroti kinerja Satuan Tugas (Satgas) PAD. Menurutnya, Satgas harus lebih aktif dan tegas dalam penagihan dan pengawasan agar hasil terlihat di lapangan.
“Dalam rapat sebelumnya, kami memberi masukan konstruktif untuk Satgas PAD. Banyak kendala teknis membuat target belum tercapai, sehingga Satgas harus lebih aktif dan terukur,” ujarnya.
Meski kritis, Habibi optimistis target PAD bisa tercapai jika semua pihak bekerja dengan komitmen dan kolaborasi. Semangat menggali potensi pajak harus diterapkan hingga kecamatan dan desa.
“Kalau semua stakeholder kompak dan serius menggali potensi PAD, hasilnya maksimal. Bahkan ke depan, PAD Pandeglang bisa melebihi target,” tandasnya.
Sebelumnya diberitakan, realisasi PAD Kabupaten Pandeglang tahun anggaran 2025 baru mencapai Rp115,15 miliar atau sekitar 67,11 persen dari target Rp171,58 miliar. Pemerintah daerah melalui Bapenda kini tengah mengintensifkan upaya penagihan dengan menurunkan Satgas PAD ke sejumlah kecamatan untuk mengejar target akhir tahun.
Reporter: Moch Madani Prasetia
Editor: Agung S Pambudi

