SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Koperasi Merah Putih di Kelurahan Banjar Agung, Kota Serang, menjadi salah satu contoh keberhasilan warga dalam membangun kemandirian ekonomi. Meski baru berjalan dua bulan, koperasi ini sudah mendapat respon positif dari masyarakat karena menyediakan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.
Ketua Koperasi Merah Putih Banjar Agung, Asep Rohmat, mengatakan koperasi tersebut berdiri atas dasar kesepakatan para anggota. Seluruh kegiatan dijalankan secara swadaya dengan modal yang berasal dari iuran anggota. “Modalnya murni dari anggota. Uang pokoknya Rp50 ribu dan simpanan wajib Rp10 ribu. Semua disepakati bersama,” ujarnya, Rabu (5/11).
Asep menjelaskan, koperasi ini dibentuk sebagai wadah belajar bagi masyarakat sebelum mendapatkan bantuan pinjaman dari pemerintah pusat. Melalui koperasi, warga diajak untuk berdagang sembako guna memperkuat ekonomi keluarga. “Kita belajar dulu berdagang sebelum menerima bantuan. Tujuannya agar koperasi ini kuat dari dalam dan bisa menyejahterakan anggota,” katanya.
Menurutnya, selama dua bulan berjalan, koperasi belum mengalami kendala berarti. Justru masyarakat menunjukkan antusiasme tinggi karena harga barang di koperasi lebih murah dibanding ritel modern. “Masyarakat senang karena bisa belanja sembako dengan harga terjangkau. Harapannya nanti warga lebih memilih belanja ke koperasi daripada ke Alfamart atau Indomaret,” tuturnya.
Koperasi Merah Putih tidak hanya melayani anggota, tetapi juga masyarakat umum. Meski begitu, banyak pembeli yang akhirnya tertarik menjadi anggota karena ada sistem pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU). “Dari minyak Rp15.700 ada SHU Rp200, dari gas Rp19.000 ada SHU Rp500. Kalau dikumpulkan lumayan untuk tambahan di akhir tahun,” jelasnya.
Saat ini, koperasi memiliki sekitar 80 anggota aktif dari total pendaftar lebih dari 100 orang. Sementara usaha yang dijalankan masih fokus pada perdagangan sembako. “Untuk sementara baru sembako. Tapi ke depan insyaallah akan dikembangkan ke peternakan dan pertanian, menunggu dana pinjaman dari pemerintah,” ujar Asep.
Ia mengatakan, koperasi juga membantu pedagang kecil di wilayah Banjar Agung. Para pedagang yang biasanya berbelanja ke Pasar Rau kini bisa membeli barang kebutuhan di koperasi dengan harga lebih murah. “Kalau di Rau minyak bisa sampai Rp199 ribu per karton, di sini cuma Rp180 ribu. Jadi pedagang bisa dapat selisih untung lumayan,” terangnya.
Dengan sistem tersebut, koperasi menjadi tempat perputaran ekonomi baru bagi warga sekitar. Selain membantu masyarakat mendapatkan harga murah, koperasi juga menjaga keseimbangan harga agar tidak mematikan usaha warung di sekitarnya. “Harga tetap kita sesuaikan supaya tidak terlalu jauh dengan toko lain, biar adil dan tidak menimbulkan persaingan yang tidak sehat,” pungkas Asep. (*)











