PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Sejumlah mahasiswa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pandeglang menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Pandeglang.
Aksi ini dipicu hasil job fair yang digelar Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Pandeglang beberapa waktu lalu.
Dari 15 perusahaan yang membuka sekitar 900 lowongan kerja, hanya dua pencari kerja (pencaker) yang diterima.
Dari pantauan RADARBANTEN.CO.ID di lapangan, para mahasiswa membakar ban dan membentangkan spanduk bertuliskan ‘Pandeglang Kota Pengangguran, Job Fair Cuma Akal-akalan’.
Mereka menilai Pemkab tidak serius menangani masalah pengangguran.
Koordinator Lapangan HMI Pandeglang, Dian Ardiansyah, menegaskan aksi ini menuntut bupati dan wakil bupati memaksimalkan visi terkait pengentasan pengangguran.
HMI juga meminta DPRD mengevaluasi seluruh perusahaan yang terlibat dalam job fair.
“Kami menuntut Bupati Pandeglang mencopot kepala dinas yang dianggap gagal melaksanakan job fair, karena program ini hanya sebatas formalitas menggunakan anggaran negara,” ungkapnya, Jumat 21 November 2025.
Dian menegaskan, pihaknya mendukung kedatangan investor yang membawa kemajuan bagi daerah, tetapi menolak jika investor hanya mencari keuntungan pribadi.
HMI telah mencoba mengajukan audiensi dengan bupati, wakil bupati, dan DPRD, namun tidak diterima.
Terpisah, Wakil Bupati Pandeglang, Iing Andri Supriadi, menanggapi aksi mahasiswa terkait job fair yang dinilai gagal menyerap tenaga kerja lokal.
“Saya sangat mengapresiasi sahabat-sahabat yang melakukan unjuk rasa. Saya juga menyesalkan, dari 900 lowongan kerja yang dibuka, hanya dua orang yang diterima. Ini tentu sangat melukai hati para pencari kerja,” kata Iing saat dikonfirmasi dalam keterangan tertulisnya melalui pesan WhatsApp.
Iing menegaskan pihaknya akan meninjau ulang pelaksanaan job fair. Dia akan memastikan apakah kesalahan terjadi pada perusahaan yang memberikan informasi lowongan tidak akurat atau ada faktor lain yang memengaruhi.
Selain itu, Iing menekankan pentingnya investasi di Pandeglang sebagai solusi mengurangi pengangguran.
“Mari kita terbuka kepada semua investor yang masuk ke Kabupaten Pandeglang. Dengan investor masuk, pengangguran berkurang, kesejahteraan masyarakat meningkat, dan PAD daerah juga naik,” tuturnya.
Reporter: Moch Madani Prasetia
Editor: Agung S Pambudi











