RADARBANTEN.CO.ID- Ganda Putra Indonesia secara mengejutkan berhasil mendominasi Semi Final Autralia Open 2025. Pasukan merah putih telah menyengel satu tiket partai Final kendati laga Semi Fnal pun belum berlangsung.
Laga Semi Final akan berlangsung, hari ini, Sabtu 22 November 2025 dimana, Indonesia mengirimkan tiga wakilnya salah satunya terjadi Al Semi Final antara Fajar Alfian/Muhamad Shohibul Fikri vs Sabar Karyaman/Reza Pahlevi. Secara keseluruhan Indonesia mengiromkan 7 wakil di Semi Final.
Sementara satu ganda putra lainnya yaitu Raymond Indra/Joaquin. Kedua pasangan muda ini di babak empat besar alan menghadapi unggulan kedua ganda putra asal Malaysia Goh Sze Fei/Nhr Izzudin.
Tentunya, dominasi di ganda putra era saat ini menjadi suatu yang langka apalagi di kelas turnamen BWF Super 500.
Indonesia diketahui sebagai salah satu negara adidaya bulutangkis dunia, terlebih sektor ganda putra.
Berbagai gelar bergengsi berhasil diraih Ganda putra yang selama ini paling sering diandalkan. Khususnya terbentuknya tiga kekuatan ganda utama merah putih mulai dari Hendra Setiawan/Muhamad Ahsan, Marcus Gidion/Kevin Sanjaya dan Fajar Alfian/Tian Ardianto. Mereka silih bergantian metaih tigek juara. Bahkan, turnamen belum selesai, Indonesia telah memastikan juara di sektor ganda putra. Bahkan, saking begitu digjayanya sektor ganda putra. Era ketiganya belum habis, lapis kedua ganda putra turut sesekali turut membuat kejuatan.
Salah satunya, Bagas Maulana/Muhamad Shohibul Fikri yang berhasil meraih gelar di turnamen paling prestisius dan favorit yaitu All England 2022. Mereka di final mengalahkan seniornya Ahsan/Hendra. Bahkan, di Semi Final mereka menyingkirkan Minion yang jauh lebih di favoritkan.
Pada salah satu turnamen paling bergengsi BWF Super 1000 itu, Indonesia menempatkan 3 wakilnya di Semi Final. Bahkan, partai final velum dimainkan Indonesia sudah menyabet gelar karena terjadinya All Indonesia final.
Namun, kehebatan ganda putra seolah redup begitu saja dalam beberapa tahun terakhir pasca pensiunnya dua ganda putra legendaris
Marcus Gidion/Kevin Sanjaya pada Maret 2024. Kemudian disusul Mohamad Ahsan/Hendra Setiawan pada Januari tahun 2025.
Marcus/Kevin bahkan, pemegang tekor peringkat pertama paling lama berawal pada 28 September 2017 dan tidak tergeser hingga 20 September 2022.
Minon panggilan Badminton Lover meraih puluhan gelar bergengsi diantaranya juara All England dua kali dan Asian Games Jakarta 2018.
Begitu juga dengan Ahsan/Hendra merengkuh tiga kali gelar juara dunia pada 2013, 2015 dan 2019. Mereka jiga menggondol gelar prestsius All Englan dua kali 2014 dan 2019.
Memang, Fajar/Rian sempat memberikan harapan pasca mulai meredupnya Hendra/Ahsan dan Marcus/Kevin. Dimana, Fajar/Rian meraih berbagai gelar penting diantaranya juara All England 2023 dan 2024. Fajar/Rian pun yang selama ini berada dibawah bayang-bayang Minion seolah melesat bagai anak panah dan puncaknya bertahta di rengking 1 Dunia BWF di akhir Desember 2022.
Inkonsitensi Fajar/Rian menjadi biang kerok bagi keduanya karena itu pada Oktober 2023, posisi mereka sbfai ganda putra no 1 dunia tergusur pasangan India Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty. Pasca tergusur sebagai ganda putra no 1 dunia, pasangan Fajar/Rian tjdak mampu kembali merebut tahta mereka. Meskidemikian seskali mereka berhasil meraih gelar. Namun, sejak saat itu, kedigjayaan gamda putra merah putih perlahan tapi pasti mulai luntur.
Jangankan untuk meraih gelar, untuk melaju sampai Semi final pun mereka kesulitan dan menjadi sesuatu yang langka. Apalagi, sampai memgiasai Semi Final dan Final. Mereka lebih sering kalah di babak-babak awal.
Puncaknya pada awal tahun 2025 atau sampai Juni 2025 tidak ada satupun gelar diraih dari sektor ganda putra. Sebelum akhirnya PBSI membuat perjudian besar dengan membuat pasangan baru sesama pemain depan yaitu Fajar/Fikri. Duet ini terbentuk karena, PBSI tidak ingin membiarkan Fikri nganggur lama karena pasangan Fikri, Daniel Marthin mengalami cidera. Sementara Fajar nganggur karena patnernya Rian Ardianto tengah cuti. Akhirnya Fajar/Fikri di duetkan pertama kali di Jepang Open 2025. Pasangan inipun berhasil melaju ke Perempat Final.
Baru pada turnamen kedua di China Master, kehebatan kedua pasangan ini mulai terlihat dan diperhitungkan. Datang sebagai pemain bukan unggulan secara sensasional mereka berhasil merengkuh gelar China Open 2025 dengan mengalahkan lawan-lawannya dua gim langsunh ymtermasuk menyingkirkan peringkat satu dunia Kim Won Ho/So Seung Jae di Peremlat Final.
Setelah itu, Fajar/Fikri berhasil mejau ke tiga partai final dan Semi final. Sejak dipasangkan mereka tak pernah terhenti di babak awal turnamen. Paling banter mereka terhenti di Perempat Final yaitu turnamen pertama yang mereka ikuti sebagai pasangan Japan Open 2025.
Peringkat Fajar/Fikri yang semula berada di 200 dunia kini telah melesat ke rengking 13 dunia BWF. Melihat hasil yang stabil dan konsisten akhirnya, PBSI pun mematenkan pasangan Fajar/Fikri. Padahal, duet Fajar/Rian masih menempati rengking 8 BWF.
Dengan tampilnya tiga ganda putra Indonesia di Semi Final Australia Open 2025 ini semoga menjadi pertanda dan harapab Comebacknya ganda putra Indonesia ke persaingan elit dunia yang saat ini dikuasai Korsel dan Malaysia.
Editor: Abdul Rozak











