PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani menegur aparatur sipil negara yang aktif melakukan siaran langsung di media sosial saat jam kerja. Ia meminta ASN lebih bijak dalam bermedia sosial.
Dewi menyampaikan teguran itu saat membuka seminar transformasi ASN di Ruang Oproom Setda Pandeglang, Kamis, 27 November 2025.
Ia menegaskan bahwa transformasi digital harus berjalan seiring dengan integritas dan disiplin kerja. ASN wajib menjunjung kejujuran dan akuntabilitas.
“ASN harus mengutamakan kejujuran, anti-gratifikasi, dan disiplin,” ujar Dewi.
Dewi mengaku pernah menegur ASN yang aktif memberikan like dan live TikTok saat jam kerja. Ia menilai aktivitas tersebut berisiko menurunkan kepercayaan publik.
“Katanya untuk ekspos pelayanan, tapi harus dipastikan benar atau tidak,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa aktivitas digital ASN mudah dipantau masyarakat. Menurutnya, setiap tindakan ASN bisa menjadi penilaian publik.
“Sekarang jempol juga bisa jadi masalah,” tegasnya.
Selain itu, Dewi menyoroti masih adanya ASN yang gagap teknologi. Padahal, sistem aplikasi pemerintahan terus berubah dengan cepat.
Ia meminta ASN mampu menyesuaikan diri dengan perubahan sistem digital. Kesalahan pengoperasian dinilai dapat berdampak pada tata kelola keuangan.
Untuk itu, Pemkab Pandeglang menyiapkan pelatihan berkala. Pemerintah juga menyediakan digital learning center dan pendampingan internal.
Dewi juga menekankan pentingnya keamanan informasi. Ia menilai sebagian ASN masih menggunakan kata sandi lemah.
“Data pemerintah adalah aset negara. Keamanannya wajib dijaga,” katanya.
Selain literasi digital, Dewi menyoroti literasi keuangan ASN. Ia menyebut tekanan ekonomi pribadi dapat memicu pelanggaran.
“Banyak ASN terjebak pinjaman online. Risiko pelanggaran bisa meningkat,” ujarnya.
Dewi juga memperkenalkan aplikasi layanan publik Dewi Ngeklik. Aplikasi ini dirancang untuk mempercepat pelayanan masyarakat.
Ia kembali meminta ASN menjaga profesionalitas di ruang digital. ASN juga diminta menghindari penyebaran informasi yang belum terverifikasi.
“ASN harus menjadi contoh dalam menjaga ruang digital yang sehat,” pungkasnya.
Reporter: Moch Madani Prasetia
Editor: Aas Arbi











