LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID- Komunitas Urban Farming Lebak menggelar rangkaian kegiatan edukasi dan praktik pengelolaan sampah organik sebagai bagian dari dukungannya terhadap program FOLU Net Sink 2030.
Program nasional yang dikelola Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) bersama Kementerian Kehutanan ini menargetkan sektor kehutanan dan penggunaan lahan lain (Forestry and Other Land Use – FOLU) dapat menyerap emisi gas rumah kaca lebih besar daripada yang dihasilkan pada tahun 2030.
Ketua Komunitas Urban Farming Lebak, Feisal Rachman, menegaskan pentingnya transformasi sektor pertanian menuju praktik yang lebih berkelanjutan.
“Kami ingin pertanian tidak lagi menjadi penyumbang emisi, tetapi justru menjadi sektor penyerap emisi melalui pengunaan limbah organik yang terkomposkan sebagai pembenah tanah” ujarnya kepada RADARBANTEN.CO.ID, Selasa 2 Desember 2025.
Feisal menjelaskan, kegiatan yang diinisiasi mengusung tema pemilahan sampah organik, pengomposan, serta pemanfaatannya untuk meningkatkan kesuburan tanah.
“Melalui pendekatan ini, sisa makanan yang semula berpotensi menjadi limbah dapat diubah menjadi pembenah tanah yang bermanfaat bagi lahan pertanian. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Komunitas Urban Farming Lebak dengan PIC Sulastri Nainggolan,” tuturnya.
Kegiatan juga mengajarkan praktik pemilahan sampah, pembuatan eco enzyme, serta teknik pengomposan. Materi pembuka disampaikan oleh ibu Belia Hasbi Jayabaya, Ketua TP PKK Kabupaten Lebak.
Selain itu Sulastri Nainggolan dan Ridwan Purnama, yang menguraikan teknik pemilahan sampah organik dan anorganik, pengolahan eco enzyme, serta pembuatan kompos.
Dalam pelatihan hadir 20 peserta yang terdiri dari petani, kelompok wanita tani, dan warga sekitar menghadiri kegiatan ini.
“Para peserta kemudian melakukan praktik langsung, berdiskusi, dan mengajukan berbagai pertanyaan seputar penerapan pengelolaan limbah organik di unit usaha masing-masing,” kata Ridwan Purnama yang merupakan pemateri.
Kegiatan ini menjadi langkah konkret komunitas dalam mendukung target FOLU Net Sink 2030 sekaligus mendorong perubahan perilaku pengelolaan sampah dan pertanian yang lebih berkelanjutan di tingkat lokal.
Keyword: Komunitas Urban Farming, praktik pengelolaan sampah organik, Kementerian Kehutanan
Reporter: Nurandi
Editor: Agung S Pambudi










