SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kota Serang memastikan akan memberikan dukungan penuh terhadap program Lingkungan Resik Lan Aman (LRLA) tahun depan.
Wali Kota Serang Budi Rustandi mengatakan, jumlah peserta LRLA akan ditambah agar gerakan kebersihan dan edukasi pengelolaan sampah dapat menjangkau seluruh kelurahan.
Menurut Budi, LRLA terbukti menjadi program dasar yang efektif dalam mengubah perilaku masyarakat terkait pengelolaan sampah rumah tangga.
Karena itu, Pemkot Serang berkomitmen memperluas cakupan pesertanya secara bertahap.
“Kampung resik ini adalah program dasar yang akan menginovasi masyarakat terkait sampah rumah tangga. Tahun ini 67 kelurahan kita ikutkan 67 peserta. Tapi ke depan, minimal tiga peserta per kelurahan, dan akan saya tambah lagi hingga terasa di seluruh Kota Serang,” ujar Budi di Ballroom Graha Pena Radar Banten, Kamis 11 Desember 2025.
Pemkot Serang menilai penguatan LRLA sangat penting, terlebih dengan adanya rencana investasi besar dari Danantara yang ditargetkan mulai dibangun pada 2027.
“Hari ini saya membuka acara KRL A 2025. Program ini harus lebih ditingkatkan lagi agar nanti bisa menyambut ketika Danantara mulai membangun di Kota Serang pada 2027,” kata Budi.
Untuk mendukung kebutuhan tersebut, Pemkot Serang telah menyiapkan lahan tambahan di TPA Cilowong.
Fasilitas itu disiapkan untuk menunjang operasional Danantara yang membutuhkan kapasitas pasokan sampah dalam jumlah besar.
“Kami menyiapkan lahan tambahan di Cilowong untuk persiapan Danantara karena ini investasi besar,” ujarnya.
Selain menambah peserta LRLA ahun depan, Pemkot Serang juga memperkuat kerja sama regional melalui Kabupaten Serang dan Kota Cilegon untuk memastikan pasokan sampah mencapai 1.000 ton per hari, kuota minimal agar mesin pengolah energi dapat bekerja optimal.
“Kita bekerja sama dengan Kabupaten Serang dan Kota Cilegon untuk membuang sampah ke Cilowong agar memenuhi kuota 1.000 ton per hari. Mesin ini besar, kalau kurang dari 1.000 ton akan kewalahan,” kata Budi.
Editor Daru











