SERANG,RADARBANTEN.CO.ID – Pembangunan dan revitalisasi Alun-Alun Kota Serang kembali mengalami kemunduran.
Proyek strategis senilai Rp48,5 miliar itu hingga kini belum dapat dimulai karena proses lelang masih berlangsung dan perencanaan proyek kembali dikaji ulang.
Padahal sebelumnya, pembangunan tahap awal ditargetkan mulai berjalan pada Mei 2026. Namun hingga pertengahan Mei, Pemerintah Kota (Pemkot) Serang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) masih menunggu hasil evaluasi proses pelelangan dari Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ).
Kepala DPUPR Kota Serang, Iwan Sunardi mengatakan, pihaknya saat ini melakukan kaji ulang terhadap sejumlah komponen proyek agar pelaksanaan pembangunan lebih matang.
Menurutnya, langkah tersebut dilakukan untuk meminimalisasi adanya perubahan pekerjaan atau contract change order (CCO) saat proyek berjalan.
“Kita melakukan kaji ulang karena ada beberapa hal yang menurut kami belum pas, terutama terkait kenaikan harga dan juga analisa terhadap upah serta komponen lainnya,” ujar Iwan, Senin, 18 Mei 2026.
Ia menjelaskan, revitalisasi Alun-Alun Kota Serang merupakan salah satu program strategis daerah yang membutuhkan perencanaan detail agar proses pembangunan berjalan sesuai target.
Selain menyesuaikan komponen harga dan upah, kaji ulang juga dilakukan untuk menyempurnakan konsep perencanaan yang sebelumnya telah disusun bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang.
“Tujuannya agar saat pelaksanaan nanti tidak ada lagi CCO atau perubahan pekerjaan di tengah jalan. Jadi semuanya disempurnakan lebih awal,” katanya.
Reporter: Nahrul Muhilmi
Editor: Agung S Pambudi










