SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Akses layanan air bersih perpipaan di Kota Serang masih menjadi persoalan serius. Dari jumlah penduduk yang kini mencapai sekitar 750 ribu jiwa, baru sebagian kecil warga yang menikmati layanan air bersih melalui jaringan Perumdam Tirta Madani Kota Serang.
Berdasarkan data Perumdam Tirta Madani, hingga saat ini jumlah sambungan rumah (SR) aktif baru mencapai sekitar 6.000 pelanggan. Angka tersebut setara dengan sekitar lima persen dari total penduduk Kota Serang.
Direktur Perumdam Tirta Madani Kota Serang, Arif Setiawan, mengungkapkan bahwa rendahnya cakupan layanan air bersih perpipaan merupakan persoalan yang telah berlangsung cukup lama.
“Jumlah penduduk Kota Serang sudah lebih dari 750 ribu jiwa, sementara sambungan rumah yang terlayani baru sekitar 6.000. Artinya, cakupan layanan kita masih berada di kisaran lima persen,” ujar Arif, Sabtu (13/12/2025).
Ia menjelaskan, saat pertama kali menjabat pada tahun 2023, cakupan layanan air bersih bahkan masih berada di angka tiga persen, atau sekitar 3.000 sambungan rumah.
“Saya mulai menjabat saat kondisi cakupan masih tiga persen. Jadi memang titik awalnya sangat terbatas,” katanya.
Menurut Arif, salah satu kendala utama dalam memperluas jaringan layanan air bersih adalah keterbatasan investasi. Pembangunan jaringan pipa distribusi maupun instalasi pengolahan air memerlukan biaya yang cukup besar.
“Biaya investasi per sambungan rumah itu tidak kecil. Bisa mulai dari Rp1,6 juta, Rp5 juta, bahkan hingga Rp8 juta per rumah, tergantung jarak dan kondisi medan,” jelasnya.
Selain persoalan investasi, keterbatasan kapasitas air baku juga menjadi tantangan serius. Berdasarkan proyeksi kebutuhan, Kota Serang diperkirakan memerlukan pasokan air hingga 300 liter per detik hingga tahun 2040. Sementara itu, kapasitas terbangun saat ini baru mencapai sekitar 118 liter per detik.
Kondisi tersebut berdampak pada masih banyaknya wilayah di Kota Serang yang belum terjangkau layanan air bersih perpipaan. Beberapa kecamatan, seperti Taktakan dan Curug, hingga kini masih menunggu pembangunan instalasi pengolahan air serta jaringan distribusi.***











