SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Memasuki satu tahun kepemimpinan Wali Kota Serang, Budi Rustandi, bersama Wakil Wali Kota Serang, Nur Agis Aulia, arah pembangunan Kota Serang dinilai semakin terukur dan memberikan dampak nyata.
Semangat “Satu Tahun Kepemimpinan, Satu Arah Kemajuan: Ekonomi Mandiri untuk Kesejahteraan Masyarakat Kota Serang” tercermin dari berbagai indikator makro yang menunjukkan tren positif sepanjang 2025.
Wali Kota Serang, Budi Rustandi, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja terarah dan kolaboratif seluruh perangkat daerah dalam menjawab kebutuhan masyarakat.
“Satu tahun ini menjadi fondasi penting. Kami memastikan setiap program prioritas benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat dan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan,” ujarnya, Jumat, 17 April 2026.
Menurutnya, peningkatan kinerja pembangunan tidak hanya terlihat dari angka statistik, tetapi juga dari perubahan nyata yang dirasakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
“Keberhasilan ini terlihat dari membaiknya kualitas hidup masyarakat, pelayanan publik yang semakin responsif, serta meningkatnya daya saing daerah,” katanya.
Salah satu indikator utama, yakni Indeks Pembangunan Manusia (IPM), pada 2025 mencapai 77,5 poin atau naik 0,6 poin dibandingkan 2024.
Budi menjelaskan, kenaikan tersebut didorong oleh meningkatnya daya beli masyarakat serta perbaikan di sektor kesehatan dan pendidikan.
“Usia harapan hidup kini mencapai 75,63 tahun, harapan lama sekolah 12,85 tahun, dan rata-rata lama sekolah 8,94 tahun. Ini menunjukkan kualitas hidup masyarakat Kota Serang terus meningkat,” jelasnya.
Di sektor ekonomi, laju pertumbuhan hingga Triwulan III 2025 tercatat sebesar 5,47 persen. Angka ini mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya dan ditopang oleh sektor perdagangan, transportasi, akomodasi dan restoran, jasa keuangan, real estate, pendidikan, kesehatan, serta jasa lainnya.
“Aktivitas ekonomi yang tumbuh positif ini berdampak pada peningkatan pendapatan masyarakat sekaligus membuka lapangan kerja baru,” ujar Budi.
Tingkat kemiskinan Kota Serang pada 2025 tercatat sebesar 5,51 persen atau turun 0,14 persen dibandingkan tahun 2024.
Menurutnya, penurunan tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya pendapatan per kapita, inflasi yang terkendali, serta penyaluran bantuan sosial yang tepat sasaran.
“Kami memastikan intervensi pemerintah berjalan efektif dalam menekan angka kemiskinan,” katanya.
Sementara itu, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) juga mengalami penurunan menjadi 6,95 persen atau berkurang 0,17 persen. Program Serang Kreatif Produktif dan Serang Preneur disebut menjadi salah satu faktor pendorong.
“Melalui bantuan modal usaha dan pelatihan tenaga kerja, kami mendorong UMKM untuk tumbuh dan mampu menciptakan lapangan kerja,” jelasnya.
Dari sisi tata kelola pemerintahan, capaian Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) meningkat menjadi 65,90 poin atau naik 3,33 poin.
“Ini menunjukkan bahwa perencanaan dan pelaksanaan program semakin terukur dan berorientasi pada hasil,” tegasnya.
Indeks Pelayanan Publik juga mengalami peningkatan dari 3,99 pada 2024 menjadi 4,16 pada 2025.
“Perangkat daerah terus berbenah agar pelayanan publik semakin cepat, efektif, dan memuaskan masyarakat,” ujar Budi.
Di bidang infrastruktur, Indeks Kepuasan Layanan Infrastruktur meningkat menjadi 72,30 poin. Pemerintah membangun dan meningkatkan jalan sepanjang 28,276 kilometer, memelihara 39 kilometer jalan di enam kecamatan, membangun delapan jembatan, serta memelihara tujuh jembatan.
“Tingkat kemantapan jalan kini mencapai 84,54 persen. Infrastruktur yang baik menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi,” katanya.
Pengendalian banjir juga terus dilakukan melalui normalisasi Sungai Cibanten, pembangunan dan pemeliharaan drainase, serta kolaborasi lintas pemerintah.
Penertiban bangunan liar dilakukan dengan relokasi warga ke Rusunawa Margaluyu tanpa biaya sewa selama satu tahun.
“Langkah ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam melindungi kawasan rawan banjir, dengan rasio perlindungan mencapai 72,69 persen,” jelasnya.
Dalam mendukung ketahanan pangan, peningkatan dan pemeliharaan jaringan irigasi mencapai rasio layanan 97 persen.
Selain itu, pemerintah juga membangun 400 sambungan rumah air minum dan 540 unit jamban, lima kantor kelurahan, satu puskesmas, serta delapan puskesmas pembantu.
“Kami terus memperluas akses layanan dasar agar manfaat pembangunan dirasakan secara merata,” ujarnya.
Penanganan kawasan kumuh dilakukan di 10 lokasi dengan pengurangan seluas 19,77 hektare serta perbaikan 114 unit rumah tidak layak huni.
Melalui Program Serang Menyala, sebanyak 886 unit Penerangan Jalan Umum dipasang di berbagai wilayah.
“Seluruh capaian ini menjadi pijakan menuju visi Kota Serang Madani yang maju kotanya, bahagia dan sejahtera warganya, sebagaimana tertuang dalam RPJMD 2025–2029,” katanya.
Editor: Agus Priwandono











