LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID- Koalisi Lebak Selatan (Kolase) menggelar aksi unjuk rasa di depan batching plant PT Bintang Beton Selatan (BBS) yang berada di Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak, Senin 15 Desember 2025.
Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes atas dugaan operasional batching plant yang dinilai belum mengantongi izin lengkap. Dalam aksinya, massa juga menuding Satpol PP Kabupaten Lebak tutup mata terhadap aktivitas PT BBS.
Koordinator aksi, Asep Supriatna, mengatakan bahwa batching plant milik PT BBS diduga beroperasi tanpa kelengkapan perizinan. Ia menilai aktivitas tersebut melanggar aturan yang berlaku di Kabupaten Lebak.
“Dulu batching plant milik PT BBS ini kan sudah ditutup, tapi dua bulan kemudian dibuka kembali karena ada proyek pemerintah yang ready mix-nya dipasok oleh PT BBS,” kata Asep kepada RADARBANTEN.CO.ID, pada Selasa 16 Desember 2025.
Ia mengungkapkan, Kolase sebelumnya telah melakukan audiensi dengan Satpol PP Kabupaten Lebak. Bahkan, Satpol PP sempat berencana melakukan inspeksi mendadak dan penutupan apabila batching plant tersebut terbukti tidak berizin.
“Tapi dalam kenyataannya pihak Satpol-PP Lebak tutup mata dan mengacuhkan aktivitas batching plant yang tidak berizin. Kami pun menduga kalau Satpol-PP Kabupaten Lebak ‘masuk angin’,” ujarnya.
Asep menambahkan, Kolase menuntut agar batching plant PT BBS ditutup karena dinilai melanggar Perda Kabupaten Lebak Nomor 7 Tahun 2023 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah, Kepmen ATR/BPN Nomor 1589/SK-HK.02.01/XII/2021, serta Undang-undang Nomor 41 Tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan.
“Kami meminta agar Bupati Lebak segera mencopot Kasatpol PP Kabupaten Lebak sebagai penegak Perda yang tidak berani tegas dan menjalankan tupoksinya. Proyek pemerintah baik APBN, APBD Provinsi Banten maupun APBD Kabupaten tidak menggunakan ready mix batching plant PT BBS yang legalitasnya tidak jelas,” ungkapnya.
Sementara itu, Humas PT BBS, Jamal, menilai aksi yang dilakukan Kolase merupakan hal yang wajar. Namun, menurutnya, massa aksi dinilai salah sasaran jika melakukan demonstrasi di lokasi perusahaan. “Jelas ini salah sasaran, kalau mau ya demonya di Satpol-PP Kabupaten Lebak,” ucapnya.
Keyword: demo batching plant Lebak, PT BBS, Kolase Lebak Selatan
Reporter: Nurandi
Editor: Agung S Pambudi










