PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Bendera Merah Putih dalam kondisi lusuh dan robek yang berkibar di Gedung Juang 45 Pandeglang, tepatnya di kawasan Pusat Wisata Kuliner Pandeglang Berkah, telah diturunkan oleh petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pandeglang.
Penurunan bendera tersebut dilakukan setelah kondisinya ramai diperbincangkan di media sosial maupun media massa. Padahal, bendera Merah Putih sebagai simbol negara seharusnya dikibarkan dalam kondisi baik dan layak.
Kepala Seksi Operasi dan Pengendalian (Opsdal), Satpol PP Kabupaten Pandeglang, Tb Ucu Sukarya, mengatakan bahwa penurunan bendera dilakukan sejak pagi hari oleh petugas Satpol PP.
“Iya, sudah kami turunkan. Karena khawatir berkembang di media sosial ke mana-mana, makanya saya eksekusi tadi untuk menurunkan benderanya,” kata Ucu Sukarya saat dikonfirmasi, Minggu 28 Desember 2025.
Ucu menjelaskan, bendera Merah Putih yang telah diturunkan tersebut saat ini diamankan di Markas Komando Satpol PP Kabupaten Pandeglang untuk kemudian dilaporkan kepada pimpinannya.
Menurut dia, sebelum mengambil tindakan, pihaknya sempat menunggu langkah dari pengelola kawasan, yakni Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) serta Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUPP). Namun, karena persoalan tersebut sudah menjadi perhatian publik, Satpol PP memutuskan mengambil langkah inisiatif.
“Pengelolanya nanti akan kami berikan teguran, apakah itu ke LVRI atau ke DKUPP. Kalau belum juga dipasang, paling besok Senin akan kami minta dipasang bendera yang baru,” kata Ucu.
Ia menambahkan, tindak lanjut terkait penggantian bendera Merah Putih akan dikoordinasikan dengan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
“Nanti kami sampaikan juga ke Kesbangpol dan OPD terkait untuk mengganti dengan bendera yang baru,” ujarnya.
Terpisah, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Pandeglang, Muklis Arifin, turut menanggapi persoalan tersebut. Ia memastikan bendera Merah Putih yang sudah tidak layak dikibarkan akan segera diganti dengan yang baru.
“Nanti akan diganti dengan bendera yang baru. Mungkin pengurusnya lupa mengganti,” kata Muklis singkat melalui pesan WhatsApp.
Sementara itu, Petugas Kontributor Harga Bahan Pokok yang juga bagian dari pengelola Wisata Kuliner Pandeglang Gedung Juang pada Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUPP) Pandeglang, Santosa Nugraha, menyebut pihaknya sebenarnya telah lama berencana mengganti bendera Merah Putih yang kondisinya rusak.
Ia mengatakan, rencana penggantian bendera tersebut sudah dibahas sejak beberapa bulan lalu, bahkan sejak Agustus. Namun hingga kini belum terealisasi karena belum adanya kejelasan pihak yang akan mengganti bendera tersebut.
“Dulu sempat ada rencana mau diganti oleh paguyuban. Sudah dibahas juga dengan pihak LVRI. Tapi dari LVRI menyampaikan mereka sudah ada,” katanya.
Meski demikian, ia mengakui alasan tersebut tidak bisa membenarkan pembiaran bendera Merah Putih tetap berkibar dalam kondisi lusuh dan sobek.
“Dari dulu sebenarnya sudah ada niat untuk mengganti,” ujarnya.
Namun, ia memastikan penggantian bendera Merah Putih yang layak akan segera dilakukan dalam waktu dekat.
“Makanya nanti sore juga diganti, insyaallah kalau saya pulang itu diganti, karena siapa lagi yang bisa diandalkan disitu. Saya juga butuh hiburan waktu dengan keluarga bukan urusan itu saja,” ketusnya.
Sebelumnya diberitakan, Ada pemandangan tak sedap terlihat di depan Gedung Juang 45 Pandeglang, tepatnya di kawasan Wisata Kuliner Pandeglang Berkah. Sejatinya, bendera merah putih yang berkibar dalam kondisi gagah, namun yang terlihat malah lusuh dan sudah sobek.
Kondisi bendera negara itu menimbulkan keprihatinan warga maupun pengunjung yang berada di kawasan tersebut. Pasalnya, bendera Merah Putih seharusnya dikibarkan dalam kondisi baik dan layak.
Editor: Agus Priwansono












