LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Pergerakan tanah melanda Kampung Margamulya dan Kampung Hambur di Desa Cigoong Utara, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak.
Dampaknya, empat rumah warga ambruk dan belasan lainnya mengalami kerusakan.
Pergerakan tanah terjadi saar hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut dalam dua pekan terakhir.
Tanah terlihat membelah permukiman warga dengan kedalaman mencapai satu hingga dua meter. Kondisi ini memicu kekhawatiran warga akan potensi longsor susulan, terutama saat hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.
Salah satu rumah yang ambruk total merupakan milik Juhenah di Kampung Margamulya.
Bangunan rumahnya turun mengikuti pergerakan tanah, menyebabkan dinding runtuh dan fondasi terbelah hingga ambles.
“Awalnya hujan deras terus-terusan hampir seminggu. Retaknya mulai dari depan rumah, terus merambat sampai ke belakang. Lama-lama retaknya nambah lagi, sampai akhirnya ambruk semua,” kata Juhenah saat berada di rumahny, Minggu, 28 Desember 2025.
Juhenah menjelaskan, peristiwa ambruknya rumah terjadi pada Jumat 26 Desember 2025, sekitar pukul 07.00 WIB. Saat kejadian, ia bersama suami dan keempat anaknya sudah berada di luar rumah.
“Alhamdulillah kami semua sudah di luar. Tadinya cuma mau direnovasi, tetapi ternyata ambruk semua,” ujarnya.
Selain itu, sebelum rumah ambruk, terdengar suara retakan keras dari bawah tanah. “Awalnya ada suara kretek-kretek, terus kelihatan tanah di bawah sudah belah. Dari situ tembok langsung runtuh,” ungkapnya.
Kerusakan parah juga terjadi di Kampung Hambur, salah satunya rumah milik Muhammad Nurdin, menyebutkan bangunan rumah ambruk secara tiba-tiba dan ambles hingga sekitar satu meter dari posisi semula.
“Kami dengar suara seperti drek-drek. Pas dilihat, tanah sudah berubah, turun ke bawah. Rumah langsung terbelah dan ambruk,” ujar Muhammad.
Editor: Agus Priwandono











