LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID — Libur Natal 2025 menjadi periode yang cukup lesu bagi sektor pariwisata di Kabupaten Lebak. Kunjungan wisatawan tercatat turun drastis dibandingkan libur Natal tahun 2024, terutama di destinasi wisata pantai.
Hingga Minggu, 28 Desember 2025, jumlah kunjungan wisata pantai di Lebak baru mencapai sekitar 15 ribu orang, jauh di bawah capaian tahun sebelumnya.
Kepala Bidang Destinasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Lebak, Usep Suparno, membenarkan adanya penurunan signifikan selama libur Natal dan libur sekolah.
“Ya, memang dibandingkan tahun lalu, jumlah pengunjung turun cukup jauh,” kata Usep, Minggu (28/12/2025).
Ia menyebut, bukan hanya wisata pantai yang terdampak. Sejumlah destinasi unggulan lain di Lebak juga terpantau sepi, termasuk kawasan wisata Baduy dan Gunung Luhur.
“Baduy masih landai, belum ada lonjakan signifikan. Gunung Luhur juga masih relatif sepi,” ujarnya.
Usep menjelaskan, faktor utama penurunan kunjungan wisatawan dipicu isu cuaca ekstrem dan megathrust yang ramai beredar di media sosial serta sejumlah media nasional menjelang libur panjang.
“Isu alam sangat berpengaruh. Informasi tentang longsor, cuaca ekstrem, hingga megathrust banyak beredar sebelum libur panjang kemarin,” jelasnya.
Padahal, lanjut Usep, kondisi cuaca selama libur Natal relatif stabil dan tidak terjadi badai besar maupun hujan petir ekstrem.
“Kalau melihat cuaca selama libur ini, sebenarnya cukup landai. Tidak ada badai besar atau hujan petir,” katanya.
Disbudpar Lebak berharap, menjelang libur Tahun Baru, kunjungan wisatawan bisa kembali meningkat seiring membaiknya persepsi publik terhadap kondisi keamanan dan cuaca di wilayah Lebak.***











