LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Bencana longsor dan pergerakan tanah kembali melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Lebak, Banten.
Peristiwa tersebut menyebabkan kerusakan rumah warga dan menelan korban jiwa, seiring intensitas hujan yang masih tinggi dalam beberapa hari terakhir.
Di Kecamatan Cipanas, longsor Tembok Penahan Tebing (TPT) merenggut nyawa Janah, warga Kampung Lurah, Desa Sipayung.
Korban tertimbun longsoran saat berada di dalam rumahnya pada Rabu 24 Desember 2025 dini hari, ketika sebagian bangunan rumah ambruk akibat tekanan tanah dari tebing.
Peristiwa serupa terjadi di Kampung Hambur, Desa Cigoong Utara, Kecamatan Cikulur. Sebuah rumah ambruk akibat pergerakan tanah pada Jumat 26 Desember 2025, mengakibatkan Asman tertimpa reruntuhan bangunan.
Korban mengalami luka serius dan harus mendapatkan penanganan medis sehingga tidak dapat beraktivitas seperti biasa.
Istri korban, Siti Munawiyah, mengaku tidak menyangka tanda-tanda awal yang muncul akan berujung pada runtuhnya rumah yang menimpa suaminya.
“Awalnya rumah itu sudah retak-retak, Pak. Kalau musim hujan memang sering begitu. Tapi lama-lama tembok mulai pada jatuh sendiri,” kata Siti saat berada di rumahnya, Senin 29 Desember 2025.
Ia menuturkan, hujan deras yang turun siang dan malam membuat kondisi tanah di sekitar permukiman semakin labil. Bahkan, pada pagi hari sebelum kejadian, pintu rumah sudah sulit untuk dibuka.
“Pas pagi-pagi pintunya sudah aneh, enggak bisa dibuka. Siangnya malah ambrus sekaligus,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris BPBD Kabupaten Lebak, Febby Rizki Pratama, menjelaskan bahwa longsor dan pergerakan tanah dipicu faktor cuaca.
“Peristiwa longsor tanah dan pergerakan tanah akibat dari curah hujan dengan intensitas sedang serta angin yang turun,” kata Febby kepada Radar Banten, dihubungi melalui telepon.
Febby menambahkan, khusus kejadian di Kecamatan Cipanas, longsoran tanah terjadi karena permukiman berada di kawasan tebing yang rawan.
“TPT tebing sepanjang 25 meter ambruk dan menimpa bangunan rumah permanen milik saudari Hj. Janah yang sedang tidur di kamarnya sekitar pukul 03.00 WIB,” tuturnya.
BPBD Lebak mengimbau warga di daerah rawan bencana untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera melapor jika muncul tanda-tanda pergerakan tanah.
Editor Daru











