LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Kesabaran warga Kampung Kasendor, Desa Sukaraja, Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak, akhirnya habis.
Jalan poros kabupaten yang menjadi urat nadi mobilitas dan perekonomian warga itu rusak parah selama belasan tahun tanpa perbaikan.
Sebagai bentuk protes, warga yang mayoritas emak-emak nekat melakukan aksi blokade jalan dengan menanam pohon pisang dan talas di tengah ruas jalan yang berlumpur, pada Minggu siang 28 Desember 2025.
Aksi ini dilakukan agar pemerintah melihat langsung kondisi jalan yang dinilai tak layak dilalui.
Saryunah warga setempat mengatakan, kerusakan jalan terjadi di beberapa kampung, mulai dari Kampung Pengasih Pasir, Pengasih Koki, Pasir Keris, hingga Kaso. Ia menyebut jalan tersebut rusak sejak 2009 dan belum pernah mendapat perbaikan berarti.
“Sudah capek, pengin jalan bagus. Dari tahun 2009 sampai sekarang enggak ada pembangunan sedikit pun,” kata Saryunah kepada RADARBANTEN.CO.ID, pada Senin 29 Desember 2025.
Ia menambahkan, panjang jalan rusak mencapai sekitar lima kilometer dan merupakan akses vital menuju Pandeglang, Serang, serta pusat aktivitas ekonomi warga. Kondisi ini membuat mobilitas masyarakat terganggu setiap hari.
Menurut Saryunah, kerusakan jalan diperparah oleh lalu lalang kendaraan bertonase besar milik perusahaan, terutama truk pengangkut ayam, pakan, dan limbah ternak. “Mobil gede-gede semua lewat sini, mobil PT, mobil popan,” ujarnya.
Dampak kerusakan jalan juga dirasakan langsung oleh pengguna jalan lainnya. Kecelakaan kerap terjadi akibat kondisi jalan yang licin dan berlumpur. “Yang motor terguling, mobil susah lewat. Beceknya bukan main, dalam,” kata Saryunah.
Keluhan serupa disampaikan Baim, pedagang es keliling yang setiap hari melintasi jalur tersebut. Ia berharap pemerintah daerah segera turun tangan. “Tolong dibagusinlah jalannya. Biar ekonomi lancar, anak sekolah lancar, yang kerja dan jualan juga lancar,” katanya.
Editor Daru











