CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Hujan lebat yang mengguyur Kota Cilegon sejak siang hingga malam hari, Jumat 2 Januari 2025, menyebabkan sejumlah wilayah tergenang banjir, terutama di Kecamatan Ciwandan dan Kecamatan Cibeber.
Menanggapi kondisi darurat ini, Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Cilegon bersama pemerintah daerah dan relawan bergerak cepat untuk membantu warga terdampak.
PMI Kota Cilegon bersama PMI Kecamatan Ciwandan, Cibeber, dan Pulomerak memobilisasi relawan untuk evakuasi warga di sejumlah titik, termasuk di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Ciwandan yang terdampak cukup parah. Selain evakuasi, PMI juga memberikan layanan kemanusiaan di titik-titik pengungsian guna memastikan keselamatan dan kebutuhan dasar warga terpenuhi.
Sebagai upaya pemenuhan logistik, PMI Kota Cilegon bersama Pemkot Cilegon dan relawan Taruna Siaga Bencana (Tagana) mendirikan dapur umum di halaman PDAM Kota Cilegon, tepat di samping kantor PDAM. Dapur umum ini berfungsi menyiapkan dan mendistribusikan makanan bagi warga terdampak.
Ketua Bidang Penanggulangan Bencana PMI Kota Cilegon, Hedi Jamhari, didampingi Divisi Penanggulangan Bencana Alim, mengatakan, PMI bersama pemerintah daerah dan relawan terus membantu evakuasi warga, mendukung operasional dapur umum, serta memenuhi kebutuhan dasar pengungsi. Koordinasi lintas sektor terus kami lakukan agar penanganan berjalan efektif.
Selain dapur umum, PMI juga menyalurkan bantuan di Posko Pengungsian Balai Karantina Kesehatan di Ciwandan. Bantuan berupa makanan siap saji, tikar, dan pakaian diberikan kepada warga terdampak.
Hingga Sabtu 3 Januari 2025 pagi, sejumlah pengungsi mulai kembali ke rumah masing-masing seiring surutnya genangan air. Pemerintah Kota Cilegon juga membuka dapur umum tambahan di Kelurahan Kebonsari dan Kelurahan Kepuh untuk memastikan kebutuhan logistik warga terdampak banjir terpenuhi merata.
Editor: Mastur Huda











