SERANG – Fraksi Partai Gerindra DPRD Kota Serang turun langsung membantu warga terdampak banjir di sejumlah wilayah, khususnya di Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Sabtu 3 Januari 2026.
Aksi kemanusiaan ini dilakukan sebagai tindak lanjut arahan Gubernur Banten Andra Soni dan Wali Kota Serang Budi Rustandi agar seluruh elemen bergerak cepat membantu korban banjir.
Kegiatan penyaluran bantuan dipimpin langsung Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Serang, Saipullohh Jueng, dan diikuti seluruh anggota fraksi, yakni Edi Santoso, H. Chahya Fierdaus, Khoeri Mubarok, dan Bilal.
Para wakil rakyat tersebut menyusuri lokasi banjir, menyapa warga, sekaligus memastikan bantuan diterima langsung oleh masyarakat terdampak.
Bantuan yang disalurkan berupa nasi box, beras, air mineral, minyak goreng, dan mie instan.
Distribusi dilakukan ke beberapa titik terdampak banjir di Kecamatan Kasemen, antara lain Kelurahan Banten, Kasunyatan, Margaluyu, dan Sawah Luhur.
Saipullohh Jueng mengatakan, kehadiran Fraksi Gerindra di tengah masyarakat merupakan bentuk tanggung jawab moral dan kepedulian sosial terhadap warga yang sedang tertimpa musibah banjir.
“Sebagai wakil rakyat, kami akan selalu hadir di tengah masyarakat. Ini bentuk kasih sayang dan tanggung jawab kami kepada masyarakat,” tegas Saipullohh.
Ia mengatakan, Fraksi Gerindra DPRD Kota Serang akan terus memantau kondisi di lapangan dan siap mendorong langkah-langkah lanjutan agar penanganan pascabanjir berjalan optimal dan menyeluruh.
Selain itu, Fraksi Gerindra juga meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk bergerak cepat membantu warga terdampak banjir, khususnya dalam pelayanan kesehatan dan sosial.
“Kami meminta Dinas terkait seperti Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial untuk segera menangani masyarakat terdampak banjir,” ujarnya.
Diketahui, hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kota Serang sejak Jumat 2 Januari 2026 tengah malam mengakibatkan sejumlah permukiman warga di Kecamatan Kasemen terendam banjir.
Ketinggian air di beberapa lokasi bahkan mencapai hingga 1,5 meter, sehingga memaksa warga membutuhkan bantuan darurat.
Editor: Bayu Mulyana











